Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mulai bergerak menindak sekitar 1.000 tambang ilegal yang disorot Presiden Prabowo Subianto pada pidato kenegaraan akhir pekan kemarin.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian ESDM Rilke Jeffri Huwae mengatakan penindakan bakal dimulai berdasarkan data yang disampaikan Prabowo.
“Sudah arahan dari pak Menteri kita respons ya. Jadi saat ini kita mencoba untuk melakukannya, kan banyak ya ada 1.300 lebih dari data Presiden,” kata Rilke dikutip Senin (18/8).
Ia menerangkan Kementerian ESDM tak hanya berpegang dengan data yang disampaikan Prabowo. Mereka juga melakukan verifikasi data tambang ilegal sendiri.
Data baru itu akan menjadi rujukan penindakan tambang ilegal. Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan penegak hukum dalam langkah tersebut.
“Mungkin dalam minggu depan kita sudah mulai melakukan beberapa langkah penanganannya, cuma untuk yang mananya saya belum bisa tentukan,” ujar Rilke.
Tambang ilegal menjadi salah satu sorotan Prabowo dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Jumat (15/8). Ia menyebut ada 1.063 tambang ilegal. (Bg)












