Masyarakat Bali berduka. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali sejak Selasa hingga Rabu (10/9) membawa bencana.
Banjir bandang dan longsor melanda Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Jembrana, menelan korban jiwa sedikitnya sembilan orang.
Tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku mencari korban lain yang dilaporkan hilang.
Pagi Rabu sekitar pukul 09.40 WITA, warga dihebohkan dengan penemuan jasad pria tanpa identitas di Bendungan Muara Nusa Dua, Badung. Diduga kuat korban hanyut terbawa arus deras dan gagal menyelamatkan diri.
Tak lama berselang, sekitar pukul 12.00 Wita, giliran jasad seorang perempuan ditemukan tersangkut di Tukad Klecung, Kerobokan Kelod, Kuta Utara.
Korban diperkirakan hanyut dari kawasan Kerobokan Tengah sebelum terbawa arus ke lokasi tersebut. Evakuasi dilakukan tim BPBD Badung.
Musibah lebih memilukan terjadi di kawasan pertokoan Kumbasari, Denpasar Barat. Hujan deras membuat bangunan toko ambruk dan menimbun sejumlah orang.
Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, membenarkan kejadian tersebut.
“9 orang tewas. Korban meninggal karena tersengat listrik saat banjir. Kami menghimbau warga tetap waspada terhadap arus dan kabel listrik saat banjir,” jelasnya.
Hingga Rabu sore, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang, terutama di lokasi runtuhan bangunan Kumbasari dan sejumlah titik banjir di Jembrana. Relawan bersama aparat terus menyisir dengan perahu karet dan alat berat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, BNPB terus memantau banjir yang terjadi di Bali.
Wilayah terdampak banjir berada di Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung dan Kota Denpasar.
Data sementara yang diterima BNPB pada Rabu (10/9), ada 103 kepala keluarga (200 jiwa) terdampak di Kabupaten Jembrana. (bg)






