Kapal Sempat Tertahan di Italia, Wanda Hamidah Masih Berusaha Tembus Gaza

Aktivis dan aktris Wanda Hamidah beserta para aktivis kemanusiaan terus berusaha menuju Gaza melalui jalur laut.

Setelah sebelumnya sempat tertahan di Sidi Bou Said, Tunisia, kini ia kembali terdampar di Portopalo, Sisilia, Italia.

Lewat unggahan di Instagram, Wanda menceritakan bagaimana tiga kapal—termasuk kapal yang ia tumpangi bernama Keisar—tidak dapat berangkat.

Akibatnya, setengah dari 100-an aktivis yang ikut dalam rombongan harus tereliminasi dari perjalanan menuju Gaza.

“Dejavu… ulama yang mengingatkan kami untuk selalu beribadah di dalam kapal tidak lagi dapat melanjutkan perjalanan. Haji Ridho, pria tua berpeci merah, menangis tersedu-sedu karena tidak bisa ikut ke dalam kapal,” tulis Wanda, Jumat (26/9/2025).

Baca juga  Prabowo Intruksikan Sekolah Pelajari Bahasa Prancis, DPR Minta Penjelasan Kemendikdasmen

Wanda menceritakan bagaimana dirinya bersama puluhan relawan lain harus melewati delapan hari penuh ketidakpastian di Portopalo, setelah sebelumnya berminggu-minggu menunggu di Tunisia.

Mereka tidur di pelabuhan hanya beralaskan sleeping bag, berbagi makanan dan minuman, serta menahan rindu pada keluarga di rumah.

“Bayangkan, 8 hari di Portopalo hanya bisa menanti sesuatu yang tak pasti, ditambah berminggu-minggu di Sidi Bou Said. Semuanya telah berusaha, melakukan ikhtiar terbaik menuju Gaza. Allah Maha Melihat dan Mengetahui isi hati seseorang, tidak ada yang terlewat,” tulis Wanda lagi.

Meski penuh kelelahan dan rasa haru karena harus berpisah dengan sejumlah aktivis yang terpaksa pulang, Wanda mengaku perjalanan ini memberinya banyak pelajaran berharga.

Baca juga  Prabowo Intruksikan Sekolah Pelajari Bahasa Prancis, DPR Minta Penjelasan Kemendikdasmen

“Perjalanan ini mengajari saya banyak hal, empati, simpati, dan solidaritas. Kami berbagi makanan, minuman, kesedihan, kebahagiaan, susah senang bersama, bersatu untuk Palestina,” tulisnya.

Di akhir unggahannya, Wanda menyebut bahwa esok hari dirinya dan para aktivis yang masih bertahan akan memulai perjalanan kembali menuju Yunani sebelum berupaya melanjutkan misi kemanusiaan ke Gaza.

“Bismillah,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *