PT Sun Paper Source (SPS) di Ngoro Mojokerto meresmikan unit 2 Paper Mill dan Converting sekaligus menandai 30 tahun berdirinya SPS Corporate, Selasa (7/10/2025) siang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, forkopimda Jawa Timur serta para distributor dan buyer dari berbagai negara di dunia.
Turut hadir pula Mantan Menteri BUMN 2011-2014 Dahlan Iskan serta sejumlah perwakilan perbankan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya memaparkan New Hope atau harapan baru kebangkitan ekonomi di Mojokerto dan Jawa Timur dalam peresmian unit 2 PT SPS tersebut.
Menurut Khofifah, hadirnya unit 2 PT SPS dengan menyerap setidaknya 1.000 tenaga kerja, maka ada harapan baru meningkatnya perekonomian di Mojokerto maupun nasional.
“Harapan baru dari mereka yang mempertaruhkan kehidupannya dari pekerjaannya, SPS memberikan harapan kehidupan. Kalau sekarang dengan unit 2 menyerap 1.000 tenaga kerja, tapi 8 tahun kemungkinan produksi yang sekarang 250 ribu ton maka diproyeksikan menjadi 500 ribu ton per tahun. Ini sesutau banget bukan hanya bagi Mojokerto, Jawa Timur dan Indonesia,” ujar Khofifah, Selasa (7/10/2025).
Khofifah optimis bisnis PT SPS bakal terus berkembang. Dirinya mendorong menejemen SPS untuk membuka pasar ekspor baru di negara lain.
“Harus ada pasar baru. Mungkin kata orang lain itu susah, tapi kata SPS yang susah itu belum tentu tidak bisa,” pungkasnya.
Sementara itu Presiden Direktur PT Sun Paper Source, Ronald Rusco mengatakan, perluasan fasilitas ini bukan sekadar ekspansi fisik, tetapi langkah strategis menuju industri yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
“Tujuan utama dari perluasan pabrik ini adalah bagaimana SPS bisa bersaing untuk jangka panjang. Salah satu kebijakan kami adalah mengadopsi teknologi baru, biaya produksi bisa ditekan dan efisiensi meningkat, dan produk yang dihasilkan lebih kompetitif, baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rusco menjelaskan bahwa SPS juga menyiapkan langkah ekspansi ke depan dengan memperbesar kapasitas converting unit, yaitu proses pengolahan jumbo roll menjadi produk akhir seperti tisu wajah, tisu toilet, dan produk kebersihan lainnya. Selain itu, SPS mulai menjajaki diversifikasi produk berbasis serat alami (fiber-based products) seperti moulding fiber foodware, produk ramah lingkungan pengganti plastik sekali pakai.
Rusco juga menegaskan pentingnya sinergi antara dunia industti dan pemerintah daerah agar iklim manufaktur di Jawa Timur berkembang.
“Kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah, terutama terkait peningkatan akses infrastruktur seperti jalan tol menuju kawasan industri,” tegasnya.
Sementara itu Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyambut baik investasi yang memberi dampak positif masyarakat.
Dirinya berharap agar nantinya pabrik baru unit 2 SPS dapat menyerap tenaga kerja mayoritas dari Kabupaten Mojokerto.
“Kami membuka kolaborasi selebar-lebarnya, saya berharap pabrik baru PT SPS ini menjadi simbol semangat baru, semangat inovasi berkelanjutan, dan bermanfaat, kami berharap pabrik baru SPS dapat menyerap tenaga kerja dari wilayah dan dari warga Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. (Ym)












