Smamda Surabaya Launching Program Double Track ke Jerman

SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya melaunching Program Double Track ke Jerman, Jumat (31/10) di Smamda Tower Pucang.

Program Double Track ke Jerman merupakan hasil kerja sama Matahari Global Edu (MGE) yang berada di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Di program ini, siswa punya kesempatan menempuh kuliah profesi dan pelatihan industri di Jerman.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Astajab MM menyosialisasikan bahwa pihaknya memilih Jerman karena sistem pendidikannya yang unggul dan berorientasi pada keseimbangan antara teori dan praktik.

“Siswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja langsung di industri Jerman,” kata Astajab.

Baca juga  Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Siapkan Lulusan Tembus Pasar Kerja Global

Sebelum diberangkatkan, siswa diwajibkan mengikuti pembinaan bahasa Jerman hingga mencapai level B1, yakni sertifikat kemahiran bahasa Jerman tingkat menengah yang menjadi syarat studi dan pelatihan di negara tersebut.

“Proses pembinaan ini berlangsung antara satu hingga tiga tahun, bergantung dari jenjang siswa saat mulai mengikuti program. Kalau mulai dari kelas 10, pembinaannya bisa berlangsung tiga tahun. Kelas 11 dua tahun, dan kelas 12 hanya satu tahun. Setelah lulus ujian dan memiliki sertifikat B1, barulah bisa berangkat ke Jerman,” urainya.

Untuk biaya pembinaan bahasa hingga mendapatkan sertifikat B1 ditetapkan sebesar Rp 9,7 juta. Setelah berada di Jerman, seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup akan tercover dari hasil training industri.

Baca juga  Semarak FamFest 16 Sekolah Kreatif, Tampilkan Bakat Spektakuler Siswa

“Selama masa training di perusahaan, siswa akan mendapatkan gaji sekitar Rp 25 hingga 26 juta per bulan,” jelasnya.

Nantinya selama berada di Jerman, peserta program akan menjalani dua kegiatan utama. Yakni, kuliah profesi di kampus mitra dan training industri di perusahaan sesuai bidang yang diminati, seperti teknik, ekonomi dan bisnis, hingga kesehatan.

Selama masa studi profesi di Jerman, siswa juga dapat menempuh kuliah Strata 1 (S1) melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di lima perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah bekerja sama dengan MGE.

Setelah menyelesaikan pendidikan profesi dan program S1, peserta berkesempatan melanjutkan studi Strata 2 (S2) atau magister di Jerman melalui skema beasiswa.

“Harapannya, dalam waktu sekitar 4,5 tahun siswa bisa memperoleh ijazah S1 dari kampus Muhammadiyah, sertifikat profesi dari Jerman, dan melanjutkan ke S2. Dengan begitu, lulusan Muhammadiyah akan memiliki daya saing global,” terangnya. (Bg)

Baca juga  Mendikdasmen dan Khofifah Lepas Ribuan Lulusan SMK Kerja Magang ke Luar Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *