Umrah Mandiri Dilegalkan, Asosiasi Sebut Buka Peluang Travel Terselubung

Tren umrah mandiri resmi dilegalkan. DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jawa Tengah menilai regulasi baru ini membawa peluang sekaligus ancaman akan adanya travel terselubung.

Ketua DPD AMPHURI Jateng, Bayu Arbani, menyebut umrah mandiri rawan disalahartikan. Banyak pihak bisa mengatasnamakan “mandiri”, namun justru bertindak sebagai penyelenggara ilegal tanpa izin resmi.

Menurut Bayu, jika jemaah berangkat secara pribadi, hal itu sah dan tak bisa dilarang. Namun, masyarakat perlu waspada terhadap pihak yang berupaya mengumpulkan jemaah dan mengurus keberangkatan, karena sudah masuk kategori penyelenggaraan umrah terselubung.

Baca juga  Polemik KBIHU di Pelayanan Armuzna, Begini Kata Timwas Haji

“Yang kita sorot adalah orang yang kemudian mengumpulkan, membantu pengurus jemaah sehingga dia bertindak sebagai perusahaan bayangan. Tentunya, orang-orang seperti ini, kelompok ini kan tidak ada pertanggungjawabannya nanti,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Kelompok seperti ini, lanjutnya, berisiko menimbulkan masalah karena tidak memiliki tanggung jawab hukum. Pemerintah pun sulit menindak, sebab mereka tak terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Jadi, kita menghormati apapun yang menjadi kebijakan pemerintah. Di sisi lain, sebetulnya harus ada pembatasan-pembatasan yang jelas yang dikatakan mandiri itu yang seperti apa, jadi tidak rancu,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui kehadiran umrah mandiri menjadi cambuk bagi penyelenggara resmi. PPIU dituntut meningkatkan kualitas layanan, promosi, dan fasilitas agar tetap menjadi pilihan utama para jemaah.

Baca juga  Saudi Tutup Musim Haji 2026, Total Jemaah 1,7 Juta Orang

“Umrah mandiri tak selalu lebih murah,” ujarnya. Biaya justru bisa membengkak karena jemaah menanggung transportasi dan akomodasi sendiri tanpa efisiensi rombongan.

Adapun, umrah resmi dikatakannya akan memberikan kenyamanan sekaligus bimbingan ibadah bagi para jemaah.

“Kalo yang mandiri kan kesannya hanya pergi ke Makkah, Madinah gitu kan, ya ibadah tetap tawaf, sai tapi tidak ada bimbingan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bayu berpesan agar masyarakat berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan harga murah. “Kita enggak bilang bahwa umrah mandiri itu selalu menipu, tetapi rawan (penipuan),” ucapnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *