BPS Sebut Dampak Bencana, Gagal Panen Meningkat Hingga Desember

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sejumlah dampak dari bencana yang terjadi di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), hingga Sumatera Utara (Sumut).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyebut salah satu dampak nyata adalah potensi gagal panen.

“Risiko atau potensi gagal panen ini berpeluang meningkat menjelang akhir 2025, termasuk di November dan Desember, yang memiliki risiko lebih besar karena terkait cuaca ekstrem, seperti adanya banjir,” tuturnya dalam Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (1/12).

“Kemudian, bencana di beberapa wilayah, seperti yang kita ketahui di Sumatra ada di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan wilayah lainnya. Dan juga tentunya ini berdampak pada lahan pertanian, khususnya sawah dan pertanaman padi,” sambung Pudji.

Baca juga  14 Daerah di Jatim Berstatus Darurat Kekeringan

Pudji mengatakan BPS kini tengah memperpanjang pengamatan lapangan terkait Kerangka Sampel Area (KSA) di tiga wilayah terdampak bencana tersebut.

Ia menyebut luasan potensi gagal panen di November 2025 baru akan disampaikan pada Januari 2026 mendatang.

Di lain sisi, ia menyoroti bagaimana BPS kesulitan mengumpulkan data di lapangan terkait kondisi indeks harga konsumen (IHK). Ini menyusul data bahwa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang justru mengalami deflasi secara bulanan. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *