Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, saat ini pemerintah menangani sedikitnya 894.501 pengungsi korban bencana alam.
Jumlah tersebut akibat bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Ia mengatakan jumlah pengungsi tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana terhadap masyarakat di tiga provinsi tersebut.
“BNPB mencatat korban tersebut tersebar di tiga wilayah terdampak. Rinciannya adalah Aceh: 831.124 pengungsi, 391 meninggal dunia, 31 orang hilang,” katanya.
Kemudian, Sumatra Utara: 45.965 pengungsi, 340 meninggal dunia, 128 orang hilang. Sementara di Sumatra Barat: 17.412 pengungsi, 238 meninggal dunia, 93 orang hilang.
Abdul menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar bagi ratusan ribu pengungsi menjadi prioritas utama. Saat ini, distribusi bantuan terus digencarkan.
“Bantuan itu antara lain berupa pangan, air bersih, obat-obatan. Serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia terus disalurkan melalui posko-posko pengungsian,” pungkasnya.
Operasi penanganan darurat melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan, yang secara rutin memantau lokasi terdampak, melakukan verifikasi data korban. Serta memastikan distribusi bantuan berjalan merata.
BNPB juga melaporkan adanya penurunan jumlah orang hilang menjadi 252 orang, yang menunjukkan keberhasilan sebagian operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Namun, akses terbatas dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan utama di lapangan.
Selain memperkuat operasi SAR, BNPB menekankan pentingnya manajemen logistik di posko utama di Aceh Besar, Sumut, dan Sumbar. Tujuannya, agar bantuan bagi pengungsi dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
Posko tersebut juga menjadi pusat koordinasi informasi dan distribusi logistik selama masa tanggap darurat. BNPB terus memonitor perkembangan situasi secara ketat demi meminimalkan risiko bagi masyarakat hingga seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi. (Ym)









