Indonesia Berhasil Amankan Aset Kampung Haji di Makkah

Pemerintah Indonesia mencatatkan terobosan besar. Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil mengamankan aset properti strategis di Arab Saudi yang akan menjadi cikal bakal Kampung Haji Indonesia.

Langkah ini dinilai sebagai lompatan penting dalam pelayanan ibadah haji, sekaligus bukti kuatnya posisi diplomasi Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia resmi memenangkan proses bidding lahan strategis di Makkah yang akan dikembangkan menjadi Kampung Haji. Informasi ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menerima laporan dari Danantara.

“Jadi Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (7/01/2026).

Baca juga  Daftar Umrah di Abel Tour & Travel dapat Cashback Berlipat

Keberhasilan ini menandai pertama kalinya Indonesia memiliki properti hotel sendiri di kota suci umat Islam tersebut.

Prasetyo menilai keberhasilan pembangunan Kampung Haji ini bukan sekadar proyek investasi, melainkan hadiah besar bagi umat Islam Indonesia, khususnya calon jemaah haji.

“Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya. Ini keberhasilan pemerintah Republik Indonesia untuk pertama kalinya kita bisa memiliki Kampung Haji di Arab,” ujar Prasetyo.

Dengan fasilitas yang terintegrasi, pemerintah berharap kualitas layanan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia dapat meningkat signifikan.

Di balik pencapaian ini, Prasetyo menegaskan adanya peran besar Presiden Prabowo Subianto yang berhasil melobi pemerintah Arab Saudi hingga mengubah kebijakan lama terkait kepemilikan aset asing.

Baca juga  Wamenhaj Tekankan Kesiapan Mental Petugas Haji 2026

“Yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden sehingga untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi merubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” tandasnya.

Perubahan regulasi tersebut membuka jalan bagi Indonesia untuk berinvestasi langsung dan jangka panjang di sektor haji.

Sebelumnya, Kepala Danantara Rosan Roeslani mengungkap rencana pembangunan Kampung Haji akan dimulai pada kuartal IV 2026. Proyek ini merupakan kelanjutan investasi Danantara Investment Management (DIM) setelah memenangkan bidding lahan kosong di Makkah. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *