Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar dialog bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki.
Dalam dialog tersebut, Sjafrie menekankan pentingnya regenerasi ahli-ahli di bidang teknologi dengan latar belakang ilmu STEM untuk memperbaiki birokrasi di pemerintahan serta BUMN.
Sjafrie mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan talenta muda yang siap bekerja dan berkembang serta memiliki nilai integritas yang tinggi.
Pemerintah, kata dia, juga sedang menyiapkan mekanisme clearing house dan sistem cohort untuk menyaring menempatkan praktisi terbaik secara bertahap dan meritokratis di posisi strategis.
“Masalah utama kita bukan pada kecerdasan intelektual, tetapi integritas, nasionalisme, dan mentalitas,” ujar Sjafrie dalam pidatonya, dikutip Minggu (11/1).
Lebih lanjut, Sjafrie juga mendorong agar mahasiswa yang sedang menimba ilmu di luar negeri untuk dapat kembali dan ikut membantu pengembangan Indonesia.
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk membangun karier secara bertahap, berani menghadapi risiko dan tidak tergoda jalur instan tanpa pondasi kuat.
Terakhir, Sjafrie meminta mahasiswa Indonesia untuk realistis dan tidak menghabiskan waktu berdebat tentang hal-hal yang tidak relevan atau termakan isu di media sosial.
“Kalau kau bersaing di luar, yang menjadi wasit adalah user kamu yang menggaji kamu. Tapi kalau yang di dalam negeri, itu pemerintah dan atas nama rakyat yang gaji,” tuturnya. Bg












