Pemerintah siap membangun ekosistem semikonduktor nasional dengan menggandeng perusahaan Inggris melalui kerja sama bernilai awal US$125 juta atau setara Rp2,1 triliun (asumsi kurs Rp16.872 per dolar AS).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan ini telah mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
“Kemarin Pak Presiden sudah setuju kita akan mengembangkan ekosistem untuk semikonduktor, dan kita akan bangun dengan Inggris untuk ekosistem semikonduktor Indonesia,” ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1).
Menurut Airlangga, pemerintah menyiapkan pendanaan awal sebesar US$125 juta atau sekitar Rp2,1 triliun untuk bekerja sama dengan ARM Holdings, perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang perancangan semikonduktor.
“Kemarin Pak Presiden (Prabowo Subianto) menyiapkan US$125 juta untuk bekerjasama dengan ARMs Inggris. Dan itu bisa ditingkatkan sampai lebih dari sana,” ujarnya.
Ia menjelaskan pengembangan ekosistem semikonduktor bersifat strategis karena kebutuhan chip terus meningkat di berbagai sektor.
“Karena semikonduktor ini digunakan selain untuk elektronik tetapi juga yang tertinggi adalah untuk otomotif, untuk internet of things dan untuk data center,” kata Airlangga. Bg












