Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah 6 korban lainnya ditemukan.
Dua jenazah korban yang ditemukan lebih awal telah diidentifikasi, dan dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Selain itu, Kepala Basarnas RI, Marsekal Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii menuturkan dalam operasi SAR kecelakaan pesawat ATR, tim gabungan juga menemukan 9 kantong jenazah potongan tubuh (body part) diduga milik korban.
“Saya ingin sampaikan bahwa sampai dengan hari ini telah ditemukan 2 korban dalam bentuk jenazah dengan body part total ada 9 pack,” kata Syafii di kantor Basarnas Makassar, Sulsel, Kamis (22/1).
Syafii mengatakan tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi terhadap body part yang telah ditemukan untuk segera dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk diindentifikasi.
“Hari ini masih sedang proses evakuasi dan telah saya sampaikan bahwa body part itu bahwa kita telah temukan body part baik itu pesawat maupun anggota tubuh,” ungkapnya.
Syafii belum mengetahui pasti apakah 9 pack body part yang ditemukan merupakan dari bagian tubuh korban pesawat ATR 42-500 atau bukan. Hal tersebut, sambungnya harus dipastikan berdasarkan analisis tim Disaster Victim Identification (DVI) di Polda Sulsel.
“Soal jumlah body pack itu nanti, apakah benar-benar 9 korban atau bagaimana nanti dari DVI yang bisa jelaskan,” katanya. Bg












