Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah tidak bertujuan memberi label, hukuman, maupun vonis terhadap kondisi kesehatan peserta didik. Program tersebut justru menjadi sarana edukasi dan deteksi dini agar anak memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat meninjau pelaksanaan CKG di Sekolah Kristen IPEKA Sunter II, Jakarta Utara, Selasa (10/2/2026), bertepatan dengan satu tahun implementasi program nasional tersebut.
Abdul Mu’ti menjelaskan, hasil pemeriksaan kesehatan akan disampaikan langsung kepada masing-masing siswa. Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi anak dan keluarganya untuk mengambil langkah lanjutan dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.
“Setelah hasilnya diketahui, akan disampaikan kepada murid agar mereka bisa melakukan berbagai treatment atau kegiatan yang berkaitan dengan menjaga kesehatan,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menambahkan, bagi peserta didik yang hasil pemeriksaannya masuk kategori tertentu, mekanisme rujukan telah disiapkan. Anak-anak yang membutuhkan penanganan lanjutan akan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat. “Mereka yang memang harus mendapatkan rujukan akan diarahkan ke puskesmas terdekat,” ungkapnya.
Menurut Abdul Mu’ti, sejak diluncurkan, program cek kesehatan gratis telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus pencegahan dini.
“Alhamdulillah sejak diluncurkan program ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama anak-anak,” pungkasnya. (Ym)






