DPR RI Soroti Banyak Kepala Daerah Umrah Jepang Lebaran

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Eka Widodo menyoroti fenomena banyaknya kepala daerah yang mengajukan izin untuk melaksanakan ibadah umrah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia mengingatkan kepala daerah untuk tetap berada di wilayahnya karena menjelang Lebaran merupakan periode yang sangat krusial bagi pelayanan publik.

“Kepala daerah harus memiliki sensitivitas publik. Menjelang Idulfitri adalah momentum paling krusial dalam pelayanan masyarakat. Pemimpin daerah seharusnya hadir di tengah rakyat, bukan meninggalkan wilayahnya,” ujar Edo, sapaannya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3).

Edo mengatakan para kepala daerah harus memastikan mudik berjalan lancar. Menurutnya, tradisi mudik merupakan peristiwa sosial terbesar di Indonesia yang melibatkan pergerakan jutaan orang pulang ke kampung halaman.

Baca juga  Wamenhaj Sidak Fasilitas Haji di Pemondokan Syiyah

Kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan yang membutuhkan kepemimpinan langsung di daerah.

“Mudik membawa banyak persoalan, mulai dari transportasi, keamanan, stabilitas harga pangan, hingga layanan kesehatan. Semua itu membutuhkan perhatian dan kehadiran langsung kepala daerah,” katanya.

Edo mengatakan ibadah umrah memang merupakan ibadah mulia. Namun bagi pejabat publik, tanggung jawab jabatan tidak dapat dikesampingkan.

Ia juga mengingatkan kepala daerah terikat sumpah jabatan yang mewajibkan mereka mendahulukan kepentingan masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Edo menilai momentum mudik justru menjadi kesempatan strategis bagi kepala daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya para perantau yang kembali ke daerah asal.

Baca juga  DPR RI Dorong Kemenhaj Cabut Izin KBIHU yang Kavling Tenda Arafah

“Ini kesempatan emas bagi kepala daerah untuk mendengar langsung pengalaman para perantau, mengapa mereka memilih bekerja di kota dan apa yang perlu diperbaiki di daerah agar masyarakat bisa sejahtera di kampung halamannya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan saat ini Indonesia masih berada dalam musim hujan dengan risiko bencana yang cukup tinggi, seperti banjir dan tanah longsor.

Dalam situasi seperti ini, kehadiran kepala daerah di wilayahnya menjadi sangat penting.

Edo menyinggung pengalaman publik di masa lalu ketika masyarakat dikejutkan oleh kasus kepala daerah yang menjalankan ibadah umrah saat warganya tengah menghadapi bencana, seperti yang pernah terjadi pada Mirwan MS, bupati Aceh Selatan.

Baca juga  Kemenhaj Matangkan Strategi Mobilitas Jemaah di Fase Puncak Haji 2026

“Kasus itu menjadi pelajaran penting tentang betapa pentingnya kepekaan seorang pemimpin terhadap situasi rakyatnya,” kata dia. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *