Khofifah Tegaskan Pentingnya Membangun Budaya Tanggap Bencana ke Siswa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam rangka pemantauan Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah di Jawa Timur, Ahad (22/3).

Dalam agenda tersebut, Gubernur Khofifah turut mendampingi langsung ke Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di titik strategis Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebagai salah satu simpul utama mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala Basarnas untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode Lebaran Idul Fitri 1447 H.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan terkoordinasi dengan baik antar instansi.

“Kami ingin memastikan seluruh elemen sudah dalam kondisi siap siaga secara maksimal, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi. Momentum lebaran ini mobilitas masyarakat meningkat signifikan, sehingga seluruh potensi risiko harus diantisipasi sejak dini,” tegas Khofifah.

Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga harus didukung oleh langkah-langkah mitigasi dan edukasi yang berkelanjutan.

“Kesiapsiagaan maksimal berarti kita tidak hanya siap merespons, tetapi juga mampu memitigasi risiko sejak awal melalui koordinasi yang solid dan kesiapan yang terukur,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengatakan pentingnya penguatan edukasi kebencanaan sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana ke siswa sejak usia sekolah.

Ia bahkan mendorong agar kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat mengintegrasikan pendidikan kewaspadaan kebencanaan secara lebih terstruktur.

“Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar awareness terbentuk kuat. Ini penting untuk membangun budaya siaga bencana sejak awal,” ujarnya.

Khofifah juga mengusulkan agar peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang dapat menjadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, termasuk melalui pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa.

“Jika ini dapat diimplementasikan, maka pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang, apabila dipusatkan di Pamekasan, Jawa Timur siap mengintegrasikan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA/SMK,” katanya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *