MPR Dukung WFH Termasuk Sekolah Setelah Lebaran, Penghematan BBM

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendukung penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setelah Lebaran. Langkah itu sebagai upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.

“Tentu kebijakan ini menghemat konsumsi BBM secara nasional karena berkurangnya mobilitas masyarakat, khususnya pekerja,” ucap Eddy Senin (23/3).

Eddy juga mempertimbangkan jika kebijakan tersebut turut berlaku pada sekolahan, tentunya mobilitas masyarakat akan semakin berkurang, sehingga dapat menghemat lebih banyak BBM secara nasional.

Meskipun demikian, Eddy mencermati pentingnya pemerintah menjaga agar roda perekonomian tidak melambat imbas dari kebijakan WFH tersebut.

Eddy meminta agar sektor industri dan manufaktur untuk tetap beroperasi sebagai bagian dari upaya menjaga perputaran roda perekonomian, di tengah upaya melakukan penghematan energi.

Baca juga  Pemerintah Siap Setop Impor Solar, Diganti B50 BeredarJuli

“Roda perekonomian jangan sampai melambat, khususnya sektor industri dan manufaktur yang perlu tetap beroperasi,” ujar Eddy.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.

Kemudian, pada Sabtu (21/3), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan WFH mulai diterapkan setelah Lebaran, sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Bg

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendukung penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setelah Lebaran. Langkah itu sebagai upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Baca juga  Anggaran Dipangkas, MBG untuk Siswa jadi 5 Hari Saja dalam Sepekan

“Tentu kebijakan ini menghemat konsumsi BBM secara nasional karena berkurangnya mobilitas masyarakat, khususnya pekerja,” ucap Eddy Senin (23/3).

Eddy juga mempertimbangkan jika kebijakan tersebut turut berlaku pada sekolahan, tentunya mobilitas masyarakat akan semakin berkurang, sehingga dapat menghemat lebih banyak BBM secara nasional.

Meskipun demikian, Eddy mencermati pentingnya pemerintah menjaga agar roda perekonomian tidak melambat imbas dari kebijakan WFH tersebut.

Eddy meminta agar sektor industri dan manufaktur untuk tetap beroperasi sebagai bagian dari upaya menjaga perputaran roda perekonomian, di tengah upaya melakukan penghematan energi.

“Roda perekonomian jangan sampai melambat, khususnya sektor industri dan manufaktur yang perlu tetap beroperasi,” ujar Eddy.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.

Baca juga  Sensus Ekonomi Digelar 15 Juni, Perusahaan Bisa Lapor Online

Kemudian, pada Sabtu (21/3), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan WFH mulai diterapkan setelah Lebaran, sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *