Iran dan AS Sepakat Gencatan Senjata

Iran dan Amerika Serikat sepakat gencatan selama dua pekan usai perang selama lebih dari sebulan sejak 28 Februari lalu.

Bagi Iran, gencatan senjata ini adalah kemenangan sebab Amerika Serikat menyepakati 10 tuntutan yang diajukan Teheran untuk gencatan dan memulai perundingan.

“Selama periode ini [gencatan dua pekan], penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dikutip Rabu (8/4).

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengeluarkan pernyataan soal gencatan senjata. Dalam rilis itu, dia turut menyinggung pembukaan Selat Hormuz. Selat ini ditutup sejak AS dan Israel meluncurkan operasi ke Iran.

Baca juga  Prabowo Tiba di Moskow Bahas Stabilitas Pasokan Minyak

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” kata dia di X.

Sementara itu, Presiden Donald Trump tetap mengklaim kemenangan atas Iran dan menyatakan bahwa Teheran telah mengajukan proposal gencatan senjata yang layak.

“Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah,” tulis Trump di media sosialnya.

“Alasan kami melakukan ini adalah karena kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian jangka panjang dengan Iran dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan menilai itu sebagai dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi,” ujarnya. Bg

Baca juga  Israel Bombardir Lebanon Ditengah Negosiasi Damai AS-Iran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *