Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sebanyak 1.953 orang di negara ini tewas imbas serangan brutal Israel.
Dari jumlah tersebut, 357 di antaranya tewas dalam serangan membabi buta Israel hanya pada Rabu (8/4), sehari setelah pengumuman gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran.
Para pejabat Lebanon juga mengatakan saat ini “sebagian besar jenazah” belum teridentifikasi, demikian dikutip Middle East Eye, Sabtu (11/4).
Israel menggempur habis-habisan Lebanon sejak awal Maret 2026. “Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Pasukan Zionis dan militer Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari,” tulisnya.
Operasi brutal AS-Israel menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lain tewas. Bg








