Wali Kota dan Mendikdasmen Resmikan MBC, Surabaya Bidik Pendidikan Global

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, meresmikan MuhlaS Boarding School (MBC) SD Muhammadiyah 11 di Surabaya, Jumat (1/5), sebagai penguatan model pendidikan, berdaya saing global yang tetap berakar pada nilai lokal.

Peresmian ini sekaligus menandai peluncuran program unggulan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, yang mengintegrasikan pendidikan berbasis asrama dengan penguatan karakter, akademik, dan kepemimpinan siswa.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menilai kehadiran MBC, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. Ia juga menilai kerja sama dengan Cambridge, sebagai indikator kesiapan sekolah menghadirkan kurikulum, bertaraf internasional.

Baca juga  Surabaya Perkuat Branding Destinasi lewat Kolaborasi Event dan Wisata Terintegrasi

“Kami menyambut baik peresmian ini, termasuk kolaborasi dengan Cambridge, yang menunjukkan kesiapan menghadirkan pendidikan berkualitas, bagi anak-anak di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Ia juga mengapresiasi peran PCM Krembangan, PDM Kota Surabaya, serta Aisyiyah Krembangan dan Aisyiyah Kota Surabaya, dalam mendorong inovasi pendidikan. “Kami mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah dilakukan dalam upaya memajukan pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Eri mengatakan bahwa MuhlaS Boarding Class, merupakan model pendidikan terpadu yang dirancang, untuk mencetak generasi unggul, tanpa meninggalkan akar nilai keagamaan dan kearifan lokal.

“Program ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan, agar anak-anak siap bersaing secara global,” kata Wali Kota Eri.

Baca juga  Dispendik Terapkan Nilai TKA 40 Persen dalam Seleksi Penerimaan Jalur Prestasi

Ia menambahkan, transformasi kawasan tempat berdirinya sekolah, menjadi bukti nyata kekuatan pendidikan dalam mengubah lingkungan sosial. “Kita masih ingat bagaimana kondisi sebelumnya, dan hari ini berubah menjadi pusat pendidikan, yang membentuk karakter anak-anak,” ujarnya.

Menurut Wali Kota Eri, perubahan tersebut bahkan mendorong partisipasi masyarakat, termasuk warga yang mewakafkan asetnya, demi pendidikan generasi berikutnya. “Ini menunjukkan betapa kuatnya dampak pendidikan, dalam membangun masa depan,” imbuhnya.

Wali Kota Eri juga menekankan filosofi “Sang Surya” sebagai simbol pencerahan yang sejalan, dengan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban.

“Insyaa Allah, kolaborasi ini akan terus menjadi penerang bagi Surabaya dan membawa keberkahan,” tuturnya.

Dengan ekosistem pendidikan yang mencakup jenjang PAUD, hingga sekolah menengah serta dukungan fasilitas keagamaan, ia optimistis Muhammadiyah akan terus menjadi pilar penting, dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Pahlawan.

Baca juga  Pemkot dan Bumbi Deklarasikan Gerakan Pemakaian Pembalut Sekali Pakai

“Surabaya tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan yang maju lahir dari kolaborasi banyak pihak. Hari ini Muhammadiyah membuktikan perannya, sebagai kekuatan besar dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *