Pererat Koneksi dan Jaringan Antarpegiat Lingkungan, SMK YPM 1 Berkunjung ke Eco Enzyme Nusantara Pamekasan

Dalam semangat membangun jejaring dan memperkuat gerakan kepedulian terhadap lingkungan, perwakilan SMK YPM 1 Taman, yakni Bapak Didik Nurhadi bersama Bapak Yudha Arizal, melakukan kunjungan silaturahim ke Komunitas Eco Enzyme Nusantara di Pamekasan, Madura. Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar mempererat koneksi antar penggiat lingkungan sekaligus memperluas wawasan dan kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Rombongan SMK YPM 1 Taman disambut dengan sangat hangat dan penuh kekeluargaan oleh jajaran pengurus Komunitas Eco Enzyme Nusantara, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga wakil ketua komunitas. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, penuh semangat berbagi pengalaman, gagasan, dan harapan untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.

Baca juga  Gubernur Khofifah Resmikan JATIM HUB di Sidoarjo, Karantina Terpadu Pertama di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, SMK YPM 1 Taman juga melakukan studi dan pembelajaran terkait pengolahan eco enzyme yang selama ini telah dikembangkan oleh komunitas tersebut. Meskipun SMK YPM 1 Taman telah memiliki produk eco enzyme sendiri, namun kunjungan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas bahan, proses fermentasi, serta pemanfaatannya agar menghasilkan produk yang lebih optimal dan bermanfaat luas bagi masyarakat.

Salah satu hal menarik yang dipelajari dalam kunjungan ini adalah pemanfaatan eco enzyme dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, mulai dari pengurangan bau, pengelolaan limbah organik, hingga membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi penyembelihan. Hal ini menjadi inspirasi baru bahwa eco enzyme tidak hanya bermanfaat untuk pertanian dan kebersihan rumah tangga, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan sosial-keagamaan yang ramah lingkungan.

Baca juga  Maksimalkan Pembelajaran Bahasa Inggris, Mendikdasmen Akan Latih 5.777 Guru SD

Pada pertemuan tersebut, perwakilan SMK YPM 1 Taman turut memperkenalkan berbagai program unggulan Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) yang selama ini konsisten bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Program-program tersebut antara lain pengembangan Hutan Wakaf sebagai bentuk investasi ekologis dan amal jariyah, Lumbung Pangan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat, Sekolah Hutan sebagai media pendidikan karakter dan kecintaan terhadap alam, pembuatan eco enzyme, pengolahan kompos, hingga gerakan pemanfaatan air hujan sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis air dan keberlanjutan lingkungan.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa YPM tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga membangun kesadaran ekologis dan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik serta masyarakat luas. Lingkungan bukan sekadar tema pembelajaran, tetapi menjadi budaya dan gerakan nyata yang terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga  Di Unesa, Mendiktisaintek dan Menteri PPPA Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi dan kolaborasi yang lebih luas antar komunitas dan lembaga pendidikan dalam membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan. Sebab menjaga bumi bukan hanya tugas satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *