PBNU-UI Teken MoU Bidang Pendidikan dan Sosial

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Universitas Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Gedung PBNU Lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa MoU tersebut merupakan langkah penguatan kerja sama di bidang akademik dan layanan sosial antara PBNU dan UI.

“Hari ini kita secara resmi melakukan penandatanganan MoU antara PBNU dengan Universitas Indonesia yang nantinya akan mencakup wilayah kerja sama luas, mulai dari bidang akademik hingga berbagai layanan masyarakat yang selama ini menjadi domain NU,” ujarnya.

Gus Yahya, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kerja sama ini juga mencakup pengembangan kerangka transformasi NU. Menurutnya, NU hanya dapat berkembang apabila dua sayap utamanya diperkuat, yakni sistem layanan sosial dan korporasi ekonomi. “Dua hal ini lapangannya sangat terbuka. NU akan mendapatkan manfaat besar sekali dengan kesediaan UI mendukung agenda NU,” katanya. Ia berharap kerja sama PBNU dan UI dapat menghadirkan kemaslahatan bagi kedua lembaga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca juga  Indeks Kerukunan Beragama di RI Capai 87 Persen

“Mudah-mudahan kerja sama kedua belah pihak ini sungguh-sungguh membuahkan manfaat besar, bukan hanya bagi kedua belah pihak, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara serta dilimpahi barokah Allah SWT,” pungkasnya. Sementara itu, Rektor UI Heri Hermansyah menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah untuk mendorong peningkatan kualitas bersama antara UI dan kampus-kampus di lingkungan PBNU.

“Membawa dan menggendong universitas-universitas yang ada di lingkungan PBNU supaya bisa maju bersama,” katanya. Heri menjelaskan, UI juga menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas luar negeri guna meningkatkan standar mutu pendidikan. Salah satu contohnya adalah pengakuan dua tahun masa studi UI oleh University of Melbourne. “Hal seperti ini bisa dicontoh oleh universitas di lingkungan PBNU, meskipun mungkin belum masuk dalam radar pemeringkatan,” ujarnya.

Baca juga  Menag Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

Lebih lanjut, Heri menyampaikan bahwa kerja sama dapat diwujudkan melalui program gelar ganda (double degree) antara kampus NU dan UI guna meningkatkan standar pendidikan yang diakui secara nasional maupun internasional. Selain itu, UI juga membuka peluang program rekrutmen bagi siswa kelas 3 SMA dengan memilih 100 santri dan siswa terbaik untuk melanjutkan studi pada 10 program studi prioritas. “Saat ini UI memiliki 38 program studi berstandar internasional. Bisa dimulai dari 10 program studi,” katanya.

Menurut Heri, langkah awal setelah penandatanganan MoU adalah melakukan pemetaan program studi dan kurikulum kampus-kampus NU agar selaras dengan standar UI. “Setelah pemetaan kurikulum selesai, bisa dibuat program studi UNU-UI double degree program dengan dukungan beasiswa,” ujarnya. Ia berharap langkah tersebut dapat melahirkan talenta-talenta terbaik yang akan menjadi pemimpin masa depan di lingkungan PBNU maupun Indonesia.

Baca juga  Kemenag Buka Sertifikasi Nazir Pengelola Wakaf, Ini Persyaratannya

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus PBNU, perwakilan lembaga dan badan otonom NU bidang pendidikan, serta sejumlah pejabat di lingkungan UI. (Ym) .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *