Rupiah Tembus Rp.17.949 per Dolar, BI Langsung Intervensi Pasar Valas

Bank Indonesia (BI) buka suara soal tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.949 per dolar AS selama periode libur dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, ditambah meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri.

“Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat (29/5).

Selain faktor global, BI juga mencatat adanya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas.

Baca juga  Prabowo Habiskan Anggaran APBN Rp100 Miliar untuk Pengadaan Bantuan Sapi Kurban

BI menegaskan tetap hadir di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen intervensi.

“Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock,” kata Ramdan.

Komitmen tersebut dilakukan melalui optimalisasi intervensi pasar valas lewat transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder secara konsisten dan terukur. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *