Kembangkan Ekosistem Halal, Kepala BPJPH Diganjar Gelar Kehormatan dari Korea

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menerima gelar Profesor Emeritus (Profesor Kehormatan) dari Silla University, Busan, Korea Selatan.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengembangan ekosistem halal nasional hingga tingkat global serta kemajuan di bidang pendidikan.

Penganugerahan gelar kehormatan itu menjadi apresiasi atas kiprah Haikal dalam memperkuat ekosistem halal melalui berbagai inisiatif strategis, kerja sama internasional, hingga upaya mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul di sektor halal.

Penghargaan dari Silla University dinilai mencerminkan semakin besarnya perhatian dunia terhadap pengembangan ekosistem halal yang dijalankan Indonesia.

Baca juga  BAZNAS Buka Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Melalui BPJPH, Indonesia aktif membangun kolaborasi lintas negara, memperluas pemahaman mengenai jaminan produk halal, serta mendorong harmonisasi standar halal di tingkat global.

Haikal menegaskan bahwa konsep halal memiliki nilai universal yang dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun negara.

“Jadi, halal is for all. Halal itu untuk semua. Halal is rahmatal lil alamin. Halal itu Rahmat bagi semua uamt manusia,” kata Haikal dalam siaran pers Selasa (16/6).

Dalam rangkaian agenda yang sama, Silla University juga menandatangani kerja sama dengan BIC Halal Korea untuk memperkuat pendidikan dan sertifikasi halal berstandar internasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang riset bersama, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor halal.

Baca juga  KLH Gandeng Tokoh Agama Cegah Kerusakan Lingkungan

Pengukuhan Haikal sebagai profesor kehormatan dinilai menjadi simbol semakin kuatnya posisi Indonesia dalam peta industri halal global.

Pengakuan dari institusi akademik internasional tersebut menunjukkan bahwa peran Indonesia tidak hanya terbatas pada regulasi dan sertifikasi halal, tetapi juga mencakup pengembangan pendidikan serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Standar halal modern kini bertumpu pada tiga pilar utama, Traceability (Ketertelusuran), Transparency (Transparansi), dan Trustability (Keterpercayaan). Ketiga prinsip ini memastikan kehalalan produk terjamin secara utuh dari hulu hingga hilir,” pungkas Babe Haikal, sapaan karibnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *