Telusuri Dugaan Pungli PKL, Wali Kota Turun Langsung ke CFD

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan, pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, tidak dikenai biaya atau gratis. Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama kepolisian, masih menelusuri dugaan pungutan liar (pungli), terhadap pedagang yang sebelumnya ramai diperbincangkan, di media sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan CFD Taman Bungkul, Ahad (19/7). Dalam peninjauan itu, ia memastikan penataan kawasan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari lokasi PKL, area UMKM, hingga sistem parkir.

“Hari ini kita memastikan parkir yang ada di CFD sekaligus pedagang. Maka pedagang yang ada di tempat ini itu sudah kita atur. Jadi ada tempat di mana PKL, tempat UMKM, dan tempat parkir yang ada di CFD. Sehingga tidak ada lagi parkir yang tidak non-tunai,” kata Wali Kota Eri.

Baca juga  Wali Kota Instruksikan Jajaran Dishub Urai Titik Rawan Macet

Menurut dia, penataan tersebut dilakukan, agar aktivitas masyarakat, pedagang, dan pengunjung dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman. Selain itu, ia menegaskan seluruh PKL yang berjualan di kawasan CFD, tidak dipungut biaya. “Tidak ada yang namanya pedagang-pedagang itu berbayar, karena posisi ini adalah gratis,” ujar Cak Eri sapaan lekatnya.

Karena itu, ia mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan area berjualan, setelah kegiatan selesai. Ia menilai kebersihan kawasan publik merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata menjadi tugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

“Saya berharap juga pedagang-pedagang ini kalau sudah menyelesaikan (jualan), sudah selesai dagangannya, mohon dibersihkan. Jangan sampai habis berdagang, setelah itu tidak dibersihkan, ditinggal. Kalau sampai kejadian itu, tidak kami izinkan lagi,” katanya.

Baca juga  Wali Kota Benahi Sistem Antrean dan Layanan Farmasi di RSUD Soewandhie

Ia optimistis budaya menjaga kebersihan telah menjadi bagian, dari karakter masyarakat Kota Pahlawan. “Tapi (saya yakin) orang Surabaya berani bersih. Jadi setelah berdagang, dibersihkan sendiri, disapu sendiri ya,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Eri juga menanggapi dugaan pungli, terhadap PKL di kawasan CFD yang sempat dikeluhkan pedagang dan viral di media sosial. Ia mengaku telah mendatangi rumah pihak yang diduga melakukan penarikan uang, bersama aparat kepolisian.

“Kejadian yang kemarin ada tarikan-tarikan umi-umi (perempuan) itu, saya kemarin sudah ke rumahnya dengan polisi, dengan Polda (Jatim) cari orang ini. Tapi ternyata orang ini, umi-umi ini, sudah tidak ada di tempat. Tapi bukan berarti kami berhenti,” tutur dia.

Baca juga  Wali Kota Tekankan Transparansi Pengelolaan Sumbangan HUT ke-81 RI di RT/RW

Ia memastikan Pemkot Surabaya terus berkoordinasi, dengan Direktorat Siber Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya, untuk menindaklanjuti dugaan pungli tersebut. “Maka kami bekerja sama terus dengan Siber di Polda, juga di Polres untuk terus mencari. Karena saya tidak mau lagi ada pungutan-pungutan liar, di Kota Surabaya,” tegasnya.

Untuk itu, Cak Eri juga mengimbau pihak yang diduga melakukan penarikan uang, kepada PKL di CFD Taman Bungkul, agar bersikap kooperatif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jadi saya berharap umi-umi, njenengan (anda) di mana saja ayo bertemu. Jadi setelah menarik (iuran) ya harus bisa mempertanggungjawabkan. Saya tidak mau lagi ada uang (tarikan) itu,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *