Kongres Umat Islam Wacanakan Hukuman Mati Koruptor

Majelis Ulama Indonesia (MUI) bakal menggelar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII selama tiga hari mulai akhir pekan ini, Minggu (26/7).

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, KH Marsudi Syuhud, mengatakan KUII VIII akan menghimpun 87 organisasi Islam yang berada di bawah naungan MUI untuk bersama-sama merumuskan gagasan membangun bangsa.

Kongres Umat Islam itu bakal digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, dan akan dibuka Presiden RI Prabowo Subianto akhir pekan ini.

“Acara ini akan dibuka oleh Presiden, yaitu pada tanggal 24 Juli kira-kira jam 16.00. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang pleno-pleno,” ujar Marsudi Kamis (23/7).

Baca juga  Muhammadiyah Perkuat Dakwah Berbasis Literasi dan Teknologi di Era AI

Dalam kongres itu juga akan dibicarakan soal ancaman hukuman bagi koruptor, tambang, hingga fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer (LGBTQ).

“Selama tiga hari ini berkumpul umat Islam seluruh Indonesia yang diwakili oleh 87 organisasi di bawah one umbrella Majelis Ulama Indonesia untuk melaksanakan Kongres Umat Islam Indonesia yang ke-VIII,” ujar Marsudi.

“Pada prinsipnya membangun bangsa itu tidak bisa sendirian, tidak bisa pemerintahnya saja atau bahkan masyarakat bangsanya saja,” sambungnya.

Dia mengatakan kongres itu tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi Islam, tetapi juga ruang dialog terbuka antara umat dan pemerintah. Marsudi mengatakan MUIsengaja menghadirkan unsur pemerintah, mulai dari para menteri hingga berbagai lembaga negara, agar dapat menjelaskan kebijakan yang telah dan akan dijalankan kepada para pimpinan organisasi Islam.

Baca juga  Muhammadiyah dan Kaikoukai Jepang Sepakat Kolaborasi di Bidang Kesehatan

Marsudi yang juga Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII 2026 itu mengungkapkan, sejumlah rekomendasi yang akan dibahas dalam kongres bahkan telah disiapkan dalam bentuk draf regulasi oleh MUI.

Selain itu, dia memastikan isu pemberantasan korupsi, termasuk wacana hukuman mati bagi koruptor yang sempat menjadi perhatian publik juga masuk ke dalam agenda pembahasan KUII VIII.

Tak hanya persoalan korupsi, isu pengelolaan sektor pertambangan juga akan menjadi salah satu topik penting dalam kongres. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *