Kemendikdasmen Gelar Benchmarking SMK Terdampak Bencana ke Industri

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pemulihan SMK yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui kegiatan benchmarking ke industri dan SMK di Kota Batam. Kegiatan berlangsung Ahad 26 Juli 2026 dan diikuti 131 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari SMK terdampak, bersama SMK di Batam.

Kegiatan “Penguatan Program Revitalisasi melalui Sarana dan Peralatan Pembelajaran SMK Berbasis Industri” ini merupakan langkah strategis Kemendikdasmen untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana, sekaligus menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan pembaruan sarana pembelajaran harus relevan dengan perkembangan zaman.
“Jangan sampai siswa kita belajar menggunakan teknologi masa lalu, lalu diminta bekerja di industri masa depan. Kesenjangan ini yang harus kita pangkas melalui revitalisasi, baik sarana dan prasarana maupun sistem pembelajaran yang semakin tepat sasaran,” ujar Tatang.

Baca juga  Mendikdasmen Imbau Masyarakat Tetap Verifikasi Informasi di Tengah Gempuran AI

Ia berharap melalui kunjungan ke mitra industri, kepala sekolah dapat mentransformasi ruang praktik di sekolah menjadi lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Tatang juga mengingatkan pentingnya tata kelola sekolah yang profesional dan jujur untuk menjaga reputasi di mata industri.
“Mari kita buktikan bahwa SMK Indonesia tidak sekadar mengikuti perkembangan industri, tetapi mampu tumbuh bersama industri dan melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap memenangkan masa depan,” lanjutnya.

Kota Batam dipilih sebagai lokasi benchmarking karena pertumbuhan industrinya yang dinamis, mencakup sektor manufaktur, elektronik, maritim, hingga ekonomi digital. Di Kepulauan Riau, minat peserta didik melanjutkan ke SMK juga meningkat hingga 62 persen pada 2026.

Baca juga  Mendikdasmen Imbau Belajar Daring Daerah Terdampak Abu Vulkanik

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menyampaikan bantuan revitalisasi telah disalurkan kepada 131 SMK terdampak bencana di tiga provinsi. Selain perbaikan fisik, Kemendikdasmen juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana dan peralatan praktik.
Ia meminta sekolah cermat dalam merencanakan pengadaan. Peralatan harus sesuai kompetensi keahlian, relevan dengan kebutuhan DUDI, dan mencerminkan teknologi serta standar industri.
“Tugas teman-teman hari ini adalah melihat langsung bagaimana alat praktik digunakan di industri. Harapannya, lulusan SMK dari daerah terdampak sesuai kebutuhan industri,” kata Arie.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud kerja sama pusat dan daerah dalam pemulihan pendidikan pascabencana.
“Ini menunjukkan kita semua bahu-membahu menyelesaikan persoalan di daerah yang terkena bencana,” ujarnya.

Baca juga  Mendikdasmen Anjurkan PJJ Sekolah di Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen kerja sama antara Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan mitra industri guna memperkuat keselarasan pendidikan SMK dengan kebutuhan dunia kerja. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *