Bukan Sekadar Infak, Ada Pesan Khidmah NU di Balik Koin Muktamar NU YPM Panjunan

Sidoarjo, Selasa, 11 Agustus 2026 – Kompleks YPM Panjunan menerima kunjungan MWC NU Sukodono yang bekerja sama dengan LP Ma’arif NU dalam agenda penghimpunan Koin Muktamar NU ke-35. Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh murid di Kompleks YPM Panjunan untuk berpartisipasi sekaligus belajar menanamkan semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU) sejak di bangku sekolah.

Penghimpunan Koin Muktamar tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Para murid tampak antusias mengikuti kegiatan. Secara bergantian, mereka berbaris untuk menyerahkan infak terbaiknya sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap agenda besar organisasi yang menaungi tradisi keislaman dan kebangsaan mereka.

Dalam sambutannya, Kepala SMA YPM 2 Sukodono (SMAYDAS), Mohammad Hajir, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata tentang mengumpulkan infak. Lebih dari itu, Koin Muktamar menjadi media pembelajaran bagi murid untuk mengenal dan mempraktikkan nilai khidmah kepada NU.

Baca juga  Mendikdasmen Fokus Terapkan Program Pembelajaran Deep Learning

“Anak-anak perlu belajar bahwa berkhidmah tidak harus menunggu dewasa. Dari hal sederhana seperti menyisihkan sebagian rezeki, mereka sudah belajar peduli, berbagi, dan memberikan manfaat,” ungkapnya.

Semangat tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sanad keilmuan pendiri YPM, KH. Munir Hasyim Latief, yang dalam perjalanan keilmuannya memiliki hubungan guru dengan KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Jejak keilmuan dan nilai khidmah tersebut menjadi bagian dari amanah yang terus dikenalkan kepada generasi penerus YPM.

Nilai tersebut juga sejalan dengan semangat YPM yang menempatkan ilmu dan amal sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada sesama. Dengan demikian, kegiatan Koin Muktamar bukan hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar NU, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi murid untuk memahami bahwa ilmu yang dimiliki idealnya diwujudkan dalam amal yang bermanfaat.

Baca juga  Kemendikdasmen Dorong Satuan Pendidikan Transformasi Hadapi Perubahan Demografi

Dalam kesempatan yang sama, Ustaz M. Handoyono, perwakilan MWC NU Sukodono sekaligus panitia dari LAZISNU yang membantu menghimpun Koin Muktamar di Kompleks YPM Panjunan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika YPM Panjunan.

Saat diwawancarai oleh salah satu murid SMAYDAS, Ustaz Handoyono mengajak para santri dan murid YPM untuk mulai belajar berkhidmah sejak berada di bangku sekolah.

“Berkhidmah itu bisa dimulai sejak di bangku sekolah. Ini merupakan bentuk rasa cinta kita kepada NU dan NKRI.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sivitas Kompleks YPM Panjunan serta para wali murid yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk berpartisipasi mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Alhamdulillah, dari hasil penghimpunan secara kolektif seluruh unit sekolah di Kompleks YPM Panjunan, (SMP YPM 2, SMA YPM 2, dan SMK YPM 5), terkumpul Rp6.162.000 untuk Koin Muktamar NU ke-35.

Baca juga  Kemendikdasmen Dorong Perkuat Transformasi Pendidikan dengan Peningkatan Mutu

Bagi YPM, jumlah tersebut bukan sekadar angka. Di balik setiap keping yang terkumpul, terdapat semangat berbagi, kepedulian, dan pembelajaran tentang khidmah yang sedang ditanamkan kepada generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Kompleks YPM Panjunan kembali menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Para murid belajar bahwa ilmu dan amal semestinya berjalan beriringan: berilmu untuk memahami, beramal untuk memberi manfaat, dan berkhidmah untuk memberikan kontribusi bagi NU, masyarakat, dan bangsa.b(jursmaydas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *