RI Gelontorkan Rp535 Triliun untuk Impor BBM per Tahun

Presiden RI Prabowo Subianto menyebut Indonesia menggelontorkan hingga US$30 miliar atau sekitar Rp535,8 triliun (asumsi kurs Rp17.850 per dolar AS) untuk impor bahan bakar minyak (BBM) per tahun.

“Kita mengirim uang US Dollar untuk BBM kita melebihi kadang-kadang US$30 miliar. Antara US$28 sampai US$30 miliar, bener Menteri ESDM? Tiap tahun US$30 miliar,” kata Prabowo di Peluncuran Motor Listrik Nasional, Bekasi, Kamis (13/8).

Karenanya, Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan transisi menuju energi terbarukan yang sumbernya ada di dalam negeri.

Ia mengingatkan Indonesia merupakan negara besar, sehingga tidak seharusnya Indonesia menjadi bangsa yang bergantung dengan bangsa lain.

Baca juga  Bahlil Temui Purbaya, Bahas Pembatasan Subsidi Pertalite untuk Orang Kaya

Indonesia pun mulai mengurangi penggunaan solar dengan beralih ke B50 sehingga tidak melakukan perlu impor bahan bakar diesel lagi. Kemudian, Indonesia juga akan mengganti penggunaan LPG menjadi CNG.

“Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 Gigawatt. Dan ini harus kita laksanakan dalam 4 tahun, tapi tahun ini saja target kita adalah 30 Gigawatt, tahun ini saja,” ucap dia.

Selain itu, Prabowo mendorong PLN untuk mulai meninggalkan pembangkit listrik dari diesel.

Keinginan Prabowo untuk melakukan transisi energi didukung oleh berbagai temuan, salah satunya potensi luar biasa cadangan hidrogen yang sangat besar di alam Indonesia. Prabowo pun menyebut akan mengoptimalkan temuan tersebut ke depan.

Baca juga  Layanan Aplikasi Acces KAI Eror, Penumpang Diimbau Beli Tiket di Stasiun

“Dari minggu ke minggu para ilmuwan kita, para peneliti kita menemukan hasil-hasil luar biasa. Cadangan hidrogen, hidrogen alam sangat besar, cadangan-cadangan lain,” ujarnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *