Bupati Mojokerto Tinjau Bedah Rumah di Ngoro, Bantu Perlindungan Sosial Warga Tidak Mampu

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa meninjau Bedah rumah milik Sutarno, warga Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (19/8/2026).

Gus Barra memastikan Sutarno mendapatkan penanganan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni, perlindungan sosial, hingga akses pendidikan bagi anaknya.

Gus Barra menilai rumah Sutarno tidak layak huni. Rumah tersebut diketahui masih menyatu dengan kandang kambing dan belum dilengkapi fasilitas sanitasi yang memadai.

“Setelah kami lihat, memang rumahnya tidak layak huni. Rumahnya gandeng, campur dengan kandang kambing. Kondisinya juga tidak layak huni, tidak ada sanitasinya, tidak ada WC-nya, tidak ada dapurnya,” ujar Gus Bupati.

Baca juga  Polres Mojokerto Ringkus Komplotan Pencuri Brankas di Kampus KH Abdul Chalim Pacet, 2 Orang Buron

Kondisi rumah tersebut juga cukup terbatas karena hanya memiliki satu ruangan yang digunakan sebagai tempat tidur oleh lima orang. Bahkan, keluarga tersebut harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan fasilitas buang air.

“Ruangannya cuma satu untuk tidur lima orang. Jadi kami lihat sangat tidak layak huni,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas hunian, Gus Barra menyampaikan adanya program bedah rumah yang didukung BAZNAS Kabupaten Mojokerto bersama MWC NU Kecamatan Trawas. Total bantuan yang disiapkan mencapai Rp50 juta.

“Ini ada program bedah rumah dari BAZNAS Kabupaten Mojokerto, juga dari bantuan MWC NU Kecamatan Trawas. Ini totalnya Rp50 juta. Nanti akan kita bangun lebih layak lagi,” terangnya.

Baca juga  Sujud Syukur, 9 Warga Binaan Lapas Mojokerto Terima Remisi HUT Ke-81 RI dan Langsung Bebas

Menurut Gus Bupati, rumah tersebut nantinya akan dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi. Penataan bangunan juga akan dilakukan agar rumah terpisah dari kandang kambing.

“Nanti ada kamarnya dua, ada ruang tamunya, terus ada kamar mandinya. Ini kalau mau BAB, jauhnya sampai satu kilometer katanya. Hampir satu kilometer kalau mau BAB. Jadi nanti ini lebih layak lagi, dipisahkan antara rumah dengan kandangnya,” ungkapnya.

Selain persoalan hunian, Gus Barraa memastikan keluarga Pak Sutarno juga telah mendapatkan perlindungan melalui berbagai program bantuan sosial. Berdasarkan data kesejahteraan, keluarga tersebut tercatat berada pada desil 2.

Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan kesejahteraan sosial dan ekonomi.

Baca juga  Kebakaran Hebat Pabrik Mi di Ngoro Mojokerto, Api 4 Jam Belum Padam

“Berkaitan dengan desil, beliau sudah masuk desil 2. Sehingga bantuan PKH, BPNT, terus yang lainnya alhamdulillah sudah ter-cover. BPJS sudah ter-cover semuanya,” kata Gus Barraa.

Perhatian juga diberikan terhadap keberlanjutan pendidikan anak dalam keluarga tersebut. Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga menyampaikan, anak Pak Sutarno yang saat ini duduk di kelas 6 akan diarahkan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.

“Tinggal nanti ke depan ini ada anaknya yang sekarang kelas 6, akan kita masukkan nanti di Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *