Indonesia dan China menggelar pertemuan melalui Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) dan forum 2+2 yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.
Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Arifianto Sofiyanto, mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Indonesia menggelar CSD dengan negara lain, yakni China.
Menurutnya, CSD merupakan forum dialog pada tingkat strategis dengan negara yang memiliki hubungan kemitraan komprehensif dengan Indonesia.
Arifianto juga menjelaskan bahwa CSD mencakup lima pilar utama, yaitu politik, ekonomi, hubungan masyarakat, maritim, serta keamanan. Namun, kedua negara sepakat memberikan bobot lebih besar pada pilar ekonomi dalam pertemuan CSD kali ini.
“Penguatan komitmen kedua negara terkait penguatan berkelanjutan investasi dan perdagangan kedua negara, termasuk penguatan investasi China di Indonesia dan juga dukungannya terhadap sektor-sektor prioritas pemerintah RI,” ujar Arifianto dalam Press Briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (20/8).
Dalam CSD tersebut, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, akan didampingi wakil menteri dari bidang ekonomi. Indonesia juga mengundang para wakil menteri bidang ekonomi untuk turut mengikuti pembahasan.
Selanjutnya, Indonesia dan China akan menggelar forum 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan. Arifianto mengatakan forum tersebut akan lebih berfokus pada isu politik, pertahanan, dan keamanan.
Arifianto juga mengungkapkan bahwa Indonesia berupaya membuat rangkaian pertemuan tersebut berjalan efisien dengan mengatur kehadiran empat menteri dalam waktu yang berdekatan.
“Upayakan back to back availability dari empat menteri ini sangat sulit. Berusaha efisien dapat bertemu tanpa harus memisahkan antara CSD dan 2+2,” katanya. Bg






