Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan pelibatan guru SMA dalam penerimaan mahasiswa baru jalur Mandiri di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menuturkan ada dugaan tawar-menawar dalam proses tersebut. Otaknya ialah Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumanto.
“Seperti apa jalur mandiri itu, tadi ada modus-modus tawar-menawarnya. Ini ada di klaster yang ketiga memang itu sangat kental begitu, karena memang si ES [Eko Sumanto] ini selaku Kepala Bagian Akademik juga merupakan anggota panitia penerimaan mahasiswa baru jalur Mandiri. Jadi, yang bersangkutan memang orang kepercayaan saudara ASO [Akhmad Sodiq] selaku Rektor,” ujar Taufik dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (22/8).
“Yang kemudian untuk transaksi atau negosiasi terkait pungutan-pungutan kepada calon mahasiswa baru yang melalui ketua, yang melalui orang tua, dan melalui guru ini juga dilakukan oleh saudara ES,” lanjutnya.
Taufik menyatakan penyidik menemukan bukti ada beberapa kelompok siswa SMA yang dikoordinasikan oleh gurunya untuk masuk Unsoed melalui jalur Mandiri.
“Nah, guru ini yang kemudian ada kami temukan percakapan di WhatsApp-nya dengan saudara ES, yang kemudian ini ada tawar-menawar jumlah kuotanya, dan juga tawar-menawar terkait per orangnya, per kepalanya itu berapa. Berkisar antara ada 500 (juta) sampai yang paling rendah itu ada Rp50 juta untuk per kepala,” ungkapnya. Bg








