Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui pembentukan generasi muda yang kreatif, inovatif, terampil, mandiri, dan produktif.
Hal tersebut disampaikan Wabup Rizal dalam Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di lapangan Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (29/8/2026).
Tahun ini, Hari Pramuka dan Jambore Nasional ke-XII mengusung tema ‘Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan’.
Menurut Rizal, tema tersebut menjadi bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia, khususnya swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian nasional.
“Tema ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia tentang swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian nasional,” ujar Rizal.
Rizal menekankan, swasembada pangan tidak semata-mata berbicara tentang kegiatan tanam-menanam. Lebih dari itu, swasembada pangan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan memanfaatkan teknologi, semangat kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Karena itu, pendidikan kepramukaan dinilai memiliki ruang strategis untuk mengenalkan generasi muda pada berbagai sektor yang berkaitan dengan ketahanan pangan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, pemanfaatan potensi lokal, hingga teknologi tepat guna.
“Kami berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan Pramuka juga harus terus berkembang. Tidak hanya memberikan pengalaman melalui konsep learning by doing, tetapi juga mendorong anggota Pramuka untuk belajar, menciptakan, dan menyelesaikan persoalan nyata atau learning, creating, and solving.
“Harapannya, pengalaman tersebut dapat tumbuh menjadi kegiatan nyata sesuai potensi daerah seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat, dan menghadirkan inovasi,” ungkap Rizal.
Rizal berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda yang mampu mendukung agenda ketahanan pangan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ia optimistis, dari generasi muda yang saat ini aktif dalam Gerakan Pramuka akan lahir berbagai profesi yang berkontribusi terhadap pembangunan bangsa, termasuk petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan, profesional, hingga pemimpin masyarakat.
“Kami percaya, di antara peserta didik kita hari ini, kelak akan lahir petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan, profesional, pemimpin masyarakat, hingga menjadi para pemimpin bangsa yang berkarakter dan berintegritas,” katanya.
“Marilah kita jadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (Ym)










