BMKG Keluarkan Peringatan Bencana Kekeringan di Jatim, Imbau Hemat Air

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengeluarkan peringatan kekeringan meteorologis di wilayah Jawa Timur.

Peringatan ini berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH), distribusi curah hujan Dasarian III Agustus 2026, serta prediksi curah hujan Dasarian I September 2026.

Hasil pemantauan menunjukkan, Hari Tanpa Hujan berturut-turut di sebagian besar wilayah Jawa Timur sudah masuk kategori kekeringan ekstrem, yakni lebih dari 60 hari tanpa hujan. Kondisi ini menunjukkan musim kering telah berlangsung cukup panjang di sejumlah daerah.

“Seiring menguatnya kondisi kering, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan,” demikian rilis BMKG ynag dikutip di laman resmi, Selasa (1/9/2026).

Baca juga  Khofifah Serahkan Biaya Pendidikan untuk Ratusan Siswa dari Keluarga Tidak Mampu di Jombang

BMKG juga meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api (hotspot).

BMKG memprediksi kondisi kering masih berlanjut pada Dasarian I September atau periode 1–10 September 2026. Curah hujan di sebagian besar Jawa Timur diperkirakan tetap rendah, dengan peluang terjadinya mencapai lebih dari 90 persen.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan lahan pertanian, berkurangnya ketersediaan air baku, serta kebakaran hutan dan lahan.

“Memasuki musim kemarau yang semakin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering,” tulisnya.

Baca juga  Dindik Jatim Latih ABK Keterampilan Vokasi, Bangun Kepercayaan Diri dan Kemandirian

“BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar matahari serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan,” lanjut pengumuman tersebut.

Masyarakat, terutama petani dan pengelola sumber daya air, diimbau mengantisipasi dampak kekeringan dan menggunakan cadangan air secara efisien. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *