Donasi Muhammadiyah untuk NTT Terhimpun Rp6 Miliar dan Bantu 7.225 Penyintas

Respons kemanusiaan tersebut dilakukan melalui kolaborasi Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu terhadap musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejak awal bencana, Muhammadiyah memobilisasi sumber daya dari berbagai daerah untuk memberikan layanan kepada masyarakat terdampak. Respons awal dilakukan melalui Pos Koordinasi Wilayah yang berlokasi di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Hingga 3 September 2026, layanan kesehatan Muhammadiyah telah menangani 7.225 penyintas. Mereka terdiri atas 85 pasien bayi, 229 balita, 266 anak, 150 remaja, 2.173 dewasa, 22 ibu hamil, dan 799 lansia berdasarkan kelompok usia yang tercatat dalam layanan EMT.

Baca juga  Presiden Prabowo Tutup Muktamar Ke-35 NU, Ini Harapannya

Dalam mendukung aksi kemanusiaan tersebut, Lazismu menghimpun dana melalui program Indonesia Siaga untuk respons gempa bumi NTT.

Hingga 3 September 2026, dana yang berhasil dihimpun tercatat sebesar Rp6.099.163.820. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp3.455.958.814 telah disalurkan untuk mendukung aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah di NTT.

Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan Muhammadiyah yang terlibat dalam respons bencana serta para donatur dan jamaah Salat Jumat yang telah memberikan kepercayaan melalui dukungan donasi.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Muhammadiyah di lapangan atas kerja-kerja kemanusiaan. Tentu kami juga berterima kasih kepada para donatur dan jamaah Salat Jumat atas kepercayaannya, sehingga aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah kepada penyintas bencana di NTT dapat terus dilanjutkan,” ujar Barry pada Jumat (4/9/2026).

Baca juga  Muktamar NU ke-35 Sepakati Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik

Ia menegaskan, Lazismu akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program Indonesia Siaga di NTT. Dana yang dihimpun dari masyarakat akan dioptimalkan untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak, termasuk hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Insyaallah, dukungan ini akan terus dilanjutkan untuk membangun ketangguhan masyarakat dan membantu penyintas bangkit dari dampak bencana,” imbuhnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *