Komunitas Mubaligh Muhammadiyah Sidoarjo Deklarasi Menolak LGBT

Berangkat dari keprihatinan umat Islam akan semakin menyebarnya paham LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), Sabtu (5/9) Komunitas Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Sidoarjo menggelar kajian dan deklarasi menolak LGBT. Acara yang diawali dengan deklarasi penolakan paham dan penyebaran LGBT ini dilaksanakan di masjid Mukhlishin Kemantren Tulangan Sidoarjo.
Setelah deklarasi penolakan dan penyebaran LGBT, acara dilanjutkan dengan Kajian Spesial Penolakan Bahaya LGBT, Paham dan Gerakannya bersama dr. Tjatur Prijambodo, M. Kes.
“Data menunjukkan kelompok LGBT punya risiko lebih tinggi depresi, cemas, bunuh diri. Penyebab utama yang diteliti adalah karena stigma, diskriminasi, penolakan keluarga atau bullying,”papar Dr Tjatur.

Baca juga  Khofifah Dorong Polwan Jatim Tingkatkan Kapasitas di Era Digital


Ditambahkan, pada anak, identitas gender biasanya terbentuk usia 3-5 tahun. Ada sebuah keluarga yang mendambakan kelahiran anak dengan gender perempuan dan ternyata dengan izin Allah yang terlahir adalah laki-laki dan diperlakukan sebagaimana laki-laki maka dengan perlakuan sejak dalam kandungan kanak kanak bisa merubah jumlah hormon yang ada di dlm tubuhnya menjadi tidak sesuai dengan gender yang dimiliki.
” Beberapa risiko kesehatan lebih tinggi di komunitas LGBT karena perilaku risiko & akses layanan. Sebagai contoh HIV dan kesehatan reproduksi. Makanya ada program kesehatan khusus bagi mereka,”tandasnya.
Karena itu, Muhammadiyah harus bisa mengambil peran dalam permasalahan LGBT ini. “Mubaligh harus mampu memberikan solusi tidak hanya dengan dalil saja, LGBT dan banyak permasalahan lainnya tidak hanya membutuhkan nasehat dan teori tetapi harus ada pendekatan dari hati dan perhatian ekstra baik dari segi mental, religius maupun pengobatan medis,” tambahnya.(nch)

Baca juga  BMKG Keluarkan Peringatan Bencana Kekeringan di Jatim, Imbau Hemat Air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *