RI Koordinasi dengan Negara ASEAN Hadapi Kabut Asap Lintas Batas

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan pemerintah terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan negara-negara Asia Tenggara menyusul kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti kawasan ASEAN.

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl mengatakan pemerintah Indonesia terus meningkatkan langkah pengendalian di dalam negeri sambil mengedepankan kerja sama erat dengan negara-negara tetangga.
“Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama dengan negara-negara tetangga, menjaga hubungan bilateral yang baik, khususnya dalam menghadapi isu lingkungan yang memiliki dampak lintas batas seperti kabut asap,” kata Nabyl dalam pernyataan tertulis, Sabtu (5/9).

Nabyl menyebut Indonesia bersama negara-negara ASEAN juga mendorong peningkatan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca kering akibat kondisi iklim.

Baca juga  Menteri PPPA: Sejumlah Santri Keracunan MBG Sidoarjo Alami Trauma

Indonesia juga memanfaatkan kerangka kerja sama ASEAN agar kabut asap dapat tertangani dengan baik.
“Mekanisme ASEAN berdasarkan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) untuk menangani isu kabut asap sudah berjalan. Pertemuan berkala untuk membahas isu kabut asap dan koordinasi tindak lanjutnya terus dilakukan,” ucap Nabyl.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah negara Asia Tenggara terdampak kabut asap akibat karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Malaysia, Singapura, Brunei, hingga Filipina menjadi negara yang paling terdampak.

Pada Jumat (4/9), pemerintah Malaysia menetapkan status darurat asap di wilayah Serian, negara bagian Sarawak, setelah indeks polusi udara (Air Pollution Index/API) mencapai angka 519. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *