Muhammadiyah Gelar Sertifikasi Juru Masak Dapur MBG, Dukung SPPG Berkualitas

Muhammadiyah melalui Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) mendukung terciptanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) berkualitas yang dikelola Muhammadiyah.

Salah satunya dengan menggelar pelatihan dan sertifikasi juru masak dianggap penting sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam meningkatkan profesionalitas dan kinerja para juru masak.

Siti Noordjannah Djohantini, Badan Pembina Harian (BPH) Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPH BPPGM) mengatakan hal itu dalam acara Uji Sertifikasi Kompetensi Juru Masak Makan Bergizi Muhammadiyah di SPPG UNISA Yogyakarta.

“Ini menjadi sangat penting dalam rangka mengampu SPPG Muhammadiyah secara nasional. Kita harus memiliki juru masak atau chef yang benar-benar ahli, karena Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terbiasa bekerja dengan ilmu yang diamalkan secara profesional,” ujar Noordjannah dalam laman resmi Muhammadiyah, Ahad (6/9/2026).

Baca juga  Presiden Prabowo Tutup Muktamar Ke-35 NU, Ini Harapannya

Maka dengan agenda strategis ini, Noordjannah mengharapkan Muhammadiyah dapat menjawab persoalan dalam negeri dengan sebuah kualitas.

“Makanan yang kita sajikan harus dipastikan kehalalannya, kesehatannya dan keamanannya,” tambahnya.

Selanjutnya, Noordjannah menjelaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi juru masak merupakan bagian dari sistem pengelolaan SPPG Muhammadiyah yang dibangun secara serius dan tidak sederhana. Dalam prosesnya, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mengintegrasikan berbagai sumber daya, termasuk menggandeng perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang gizi.

Salah satunya adalah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) yang memiliki program studi gizi dengan akreditasi unggul. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memastikan pengelolaan program pemenuhan gizi berjalan berdasarkan standar keilmuan dan profesionalitas.

Baca juga  Rumah Oksigen Muhammadiyah Layani Puluhan Warga Terdampak Karhutla

“Sertifikasi juru masak ini diharapkan dapat mencetak chef profesional tersertifikasi dari setiap SPPG. Jadi melalui program ini kami menekankan bahwa ini bukan untuk kepentingan sendiri. Maka, cara dakwah seperti inilah yang harus terus dijaga,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh jajaran manajemen SPPG Muhammadiyah untuk senantiasa mematuhi regulasi yang telah ditetapkan.

Kepatuhan terhadap regulasi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan tata kelola internal Muhammadiyah yang menjunjung tinggi akuntabilitas dan amanah.

“Selain seluruh regulasi, kita punya tata kelola internal yang sangat ketat yang selama ini menjadi DNA Muhammadiyah, yakni akuntabilitas, bekerja atas dasar amanah, ikhlas, dan berkhidmat. Nah, itu yang tidak bisa ditawar lagi!” pungkasnya. (Ym)

Baca juga  Khofifah Dorong Kepemimpinan Baru NU Perkuat Ekonomi Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *