Tim mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan inovasi Vityuu Mouth Spray. Produk berupa semprot mulut ini dirancang untuk memanipulasi rasa manis di lidah guna membantu menekan konsumsi gula berlebih.
Inovasi tersebut dikembangkan Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum di bawah binaan Inkubator Layanan Bisnis ITS (ILBI) Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS.
Direktur DIKST ITS Dr Ir Endroyono DEA menyampaikan ITS memberikan pembinaan penuh kepada mahasiswa yang memulai bisnis. Pembinaan mencakup hilirisasi riset, aspek pemasaran, hingga pencarian investor.
“Kami konsisten memanfaatkan jejaring yang ada, seperti mitra industri ataupun kementerian guna mendampingi pengembangan usaha para mahasiswa,” ujar Edo Rabu (9/9).
Kevin Ananta Marga selaku Direktur Operasional start-up Vityuu menjelaskan produk ini memanfaatkan bahan gymnemic acid dari daun Gymnema sylvestre yang dipadukan dengan peppermint dan stevia. Bahan tersebut bekerja dengan menutup reseptor rasa manis pada lidah.
“Jadi produk kami ini bekerja tepat di titik pemicu paling awal dari siklus sugar craving dengan menutup reseptor manis pada lidah,” kata Kevin.
Menurutnya, cara kerja produk bukan dengan puasa gula, melainkan memutus sinyal kepuasan yang dikirim ke otak saat lidah mendeteksi rasa manis. Efeknya dapat menekan pelepasan insulin awal dan membantu menstabilkan kadar gula darah.
Berdasarkan uji coba, semprot sebanyak 2 sampai 3 kali ke lidah dapat membuat rasa manis menjadi hambar selama 15 hingga 60 menit. Rasa lain seperti asin, asam, dan pedas tetap berfungsi normal. Produk juga dinyatakan aman dikonsumsi jangka panjang dan aman jika tertelan.
Kevin menambahkan inovasi ini telah diproduksi secara masif oleh PT Visi Menyehatkan Nusantara. Hingga Agustus 2026, produk ini mencatatkan omzet sekitar Rp1,4 miliar per bulan.
Melalui inovasi ini, ITS turut mendukung pencapaian SDGs poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Bg







