Dana Gen Z Rp5 Juta per RW Surabaya Didorong Jadi Modal Usaha

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong pemanfaatan anggaran, untuk kegiatan Generasi Z (Gen Z) di tingkat Rukun Warga (RW), tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Anggaran sebesar Rp5 juta per bulan diarahkan menjadi modal kegiatan produktif, yang mampu menggerakkan ekonomi dan menciptakan penghasilan bagi pemuda.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pelaksanaan program tersebut masih menjadi tahap pembelajaran awal. Karena itu, anggaran tidak diarahkan untuk kegiatan yang hanya bersifat seremonial atau kepanitiaan, melainkan aktivitas yang dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

“Jadi, kita memang tidak memberikan anggaran ini untuk kegiatan yang bersifat kepanitiaan (seremoni). Tapi yang bersifat bagaimana bisa menggerakkan penghasilan, ekonomi, dan punya penghasilan,” ujar Wali Kota Eri, Jumat (11/9).

Baca juga  3.283 Warga Surabaya Ajukan Perubahan Desil, Dinsos Turun ke Lapangan

Menurut dia, sejumlah kegiatan yang digagas anak muda telah berjalan, di sejumlah kelurahan dan kecamatan. Pemkot Surabaya bersama DPRD juga terus mendorong agar pemanfaatan anggaran tersebut, dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi pemuda. “Banyak yang sudah berjalan. Ada di banyak kelurahan kecamatan, sehingga ini masih ada waktu,” katanya.

Wali Kota Eri menekankan bahwa program tersebut diarahkan, agar anak muda berani membangun usaha dan tidak menjadikan anggaran pemerintah, sebatas sumber pembiayaan kegiatan atau honor kepanitiaan.

“Bagaimana dia bisa memanfaatkan untuk sebuah keberlanjutan perekonomian, yang bisa mendapatkan penghasilan untuk mereka. Jadi, kita tetap mendorong terus sehingga insyaa Allah nanti itu bisa dimanfaatkan,” tutur Cak Eri, sapaan lekatnya.

Baca juga  Pemkot Surabaya Fasilitasi Pemutakhiran Desil, 1.845 Data Warga Turun

Salah satu peluang usaha yang tengah dikembangkan, yakni kerja sama dengan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Cak Eri menyebut, pembicaraan telah dilakukan dengan sejumlah kelompok Gen Z di beberapa kecamatan, termasuk untuk pengembangan usaha laundry.

“Sudah ada pembicaraan dengan Horeka, dari beberapa teman-teman Gen Z yang ada di beberapa kecamatan. Semoga mereka bisa nanti memegang laundry-nya, bisa memegang yang titik lain. Karena mereka tinggal membeli alat laundry, sesuai dengan standar yang diinginkan oleh Horeka tadi,” katanya.

Selain itu, Cak Eri juga menggarisbawahi bahwa pemanfaatan anggaran tersebut, harus disertai perencanaan yang jelas. Pemuda yang mengajukan penggunaan anggaran perlu memiliki metode kerja dan rencana usaha, agar kegiatan yang dijalankan dapat menghasilkan pendapatan.

Baca juga  Antisipasi Air Keruh, PAM Surya Sembada Surabaya Perkuat Early Warning

“Jadi mereka harus punya metode kerja, punya rencana kerja, dan setelah itu bisa membuat perubahan bisnisnya. Sehingga dia bisa melakukan bisnis itu dan ada pendapatan,” ujarnya.

Karenanya, Cak Eri kembali menekankan bahwa program tersebut berorientasi, untuk menggerakkan ekonomi pemuda sekaligus bertujuan, mengurangi pengangguran di Surabaya. Ia pun mendorong perubahan pola pikir para pemuda dalam memanfaatkan anggaran pemerintah.

“Maka kita harus mengubah cara mindset, mengubah cara berpikir bahwa uang yang diberikan, bukan hanya untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial dan sifatnya hanya untuk kepanitiaan,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *