Mengunjungi Masjid Ibadurrahman di Pacet Mojokerto, Berkonsep Ramah Musafir dan Anak

Masjid Ibadurrahman yang berlokasi di Desa Cembor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menjadi viral karena menyediakan fasilitas ibadah yang nyaman, wangi, bersih, dan ramah untuk musafir serta anak.

Lokasi Masjid ini strategis, berada di kawasan wisata Pacet, sehingga banyak dikunjungi pengguna jalan, baik untuk jamaah shalat maupun untuk istirahat.

Masjid ini terdiri dari tiga lantai, lantai dasar atau basement terdapat aula dan ruang wudlu dan toilet, kemudian ada ruangan shalat yang bersih, wangi dan nyaman untuk beribadah. Sedangkan lantai Rooftop ada tempat istirahat musfair.

Ketika wartawan majalahnurani mengunjungi Masjid ini, Sabtu (12/9/2026), suasananya begitu nyaman, teduh, takmir masjid yang ramah, dan fasilitas lainnya yang bikin betah.

Di bagian pojok depan Masjid disediakan berbagai minuman gratis, mulai dari minuman air mineral dingin, hingga kopi, teh dan jahe gratis. Di sebelahnya disediakan sejumlah roti, permen yang boleh diambil gratis oleh siapapun.

Ketua takmir Masjid Ibadurrahman, Agus Salim Panjaitan, mengatakan, Masjid Ibadurrahman ini diresmikan pada 6 Maret 2023, berada bawah naungan yayasan Ibadurrahman di Surabaya. Masjid ini selalu buka 24 jam dan terbuka untuk siapapun yang singgah.

“Kita mengkonsep masjid ini sebagai masjid transit, jadi tidak ada jemaah shalat tetap,” ujarnya.

Agus menambahkan, Masjid Ibadurrahman juga berkonsep Masjid ramah musafir dan ramah anak. Lokasinya yang berada di pinggir jalan raya yang menghubungkan Pacet dan Trawas ini membuat para musafir atau pengguna jalan bisa singgah untuk shalat sekaligus untuk istirahat.

Baca juga  Bersama Stafsus Menag RI, STNI Sumenep Bedah Buku Kritik Teks Historisitas Tafsir

“Konsepnya ramah musafir, kita berpikir bagaimana caranya musafir yang mampir di Masjid Ibadurrahman itu memiliki kesan yang baik, mulai dari keamanan, kebersihan, imam shalat dan fasilitas lainnya yang kita siapkan di Masjid ini,” jelasnya.

Pria asal Medan ini menjelaskan sejumlah fasilitas Masjid. Antara lain ada kasur, bantal, selimut. Jamaah bebas mengambil air minum, bikin kopi atau teh maupun jahe, ada juga snack dan permen gratis.

“Tempat wudlu kita buat banyak, jadi saat weekend insyaallah kita bisa tampung banyak orang, kita punya beberapa ruang lain yang bisa jadi tempat istirahat musafir,” bebernya.

“Kita punya aula yang bisa untuk istirahat musafir. Boleh tidur, bermalam pun boleh,
24 jam buka. Jadi mulai diresmikan tahun 2023 Masjid ini tidak pernah tutup sampai sekarang, bahkan kunci Masjid kita sudah lupa ditaruh di mana,” imbuh Agus.

Selain ramah musafir, Masjid Ibadurrahman juga berkonsep ramah anak. Masjid menyediakan sejumlah mainan untuk anak-anak.

“Mereka lari-lari, main-main di Masjid insyaallah tidak ada yang menegur. Kita tetap memberitahu kalau waktunya shalat tidak boleh ramai, tetapi namanya anak-anak kadang juga ada yang tetap lari-lari, kita tidak memarahi sehingga anak-anak tidak trauma datang ke masjid,” terangnya.

Baca juga  Kemenag Terbitkan SE, Madrasah dan Pesantren Terdampak Abu Vulkanik Boleh Belajar Daring

“Dulu mainan anak banyak, tapi ada yang dibawa pulang, ada anak-anak yang mau pulang nangis pengin mainan, jadi kita perbolehkan dibawa pulang,” lanjutnya.

Agus bersyukur sejauh ini jamaah puas shalat di Masjid Ibadurrahman. Itu bisa dilihat dalam komentar di akun medsos Masjid Ibadurrahman di TikTok maupun instagram.

“Alhamdulillah kita bisa lihat sendiri di kolom komentar di sosmed banyak jemaah yang merasa puas, bahkan ada jamaah yang hampir setiap pekan pasti mampir ke Masjid Ibadurrahman, ada dari jamaah surabaya, sidoarjo, insyaallah ini pertanda mereka puas berada di Masjid ini,” jelas Agus.

Dalam setiap harinya, sekitar 500 sampai 1000 orang mengunjungi Masjid Ibadurrahman. Beberapa musafir juga bermalam di masjid ini.

“Yang bermalam cukup banyak, apalagi malam Ahad minimal ada 10 orang, bahkan pernah ada 120 orang yang bermalam di Masjid ini,” katanya.

Agus menambahkan, saat ini terdapat 18 pemuda yang menjadi takmir. Masjid Ibadurrahman.

Menurut Agus, Masjid ini sebenarnya dibangun oleh kampus STIDKI ar-rahmah, di Surabaya. Kampus ini mencetak imam Masjid dan manajer Masjid. Jadi semua takmir di sini merupakan mahasiswa dan alumni kampus tersebut.

“Pengurus Masjid Ibadurrahman ini semuanya anak-anak muda dari kampus STIDKI ar-rahmah,” terangnya.

Baca juga  Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat 2026 , Ini Jadwalnya

Di belakang bangunan Masjid ini sedang dibangun kampus STIDKI ar-Rahmah 2.

“Yang ditempatkan di sini adalah mahasiswa semester akhir Yang tidak ada perkuliahan hanya menyelesaikan skripsi,” jelasnya.

Agus juga menerangkan bahwa Masjid Ibadurrahman ini sering dijadikan rujukan study banding oleh takmir masjid lain.

“Lumayan sering (kedatangan study banding), jadi nanti bisa menghubungi admin di instagram untuk menentukan tanggal kunjungan study banding, gratis,” ujarnya.

Agus bersyukur sejauh ini banyak orang-orang baik yang menitipkan infaq ke masjid ini. Kadang ada orang dari Mojokerto maupun luar kota menitipkan infaq, ada juga yang memberikan jajanan maupun menyumbang mainan untuk anak-anak.

“Alhamdulillah banyak followers kita di tikTok dan Instagram nge-DM admin untuk menitipkan infaq. Keseluruhan infaq kita alhamdulillah cukup untuk menutup biaya operasional setiap bulan kisaran Rp18 juta sampai Rp20 juta,” Jelasnya.

Masjid Ibadurrahman ini, lanjut Agus, juga sering digunakan oleh sekolah-sekolah sebagai tempat outbond maupun kegiatan leadership.

Masjid Ibadurrahman ini juga memiliki program Quranic Camp dengan fasilitator dari takmir masjid.

Keberadaan masjid ini juga berimbas pada masyarakat sosial setempat hingga pemilik warung kuliner di sekitar lokasi yang menjadi lebih ramai pengunjung.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya Masjid Ibadurrahman ini juga berdampak untuk orang-orang sekitar,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *