Kemendikdasmen Dukung Residensi Rimbaud Perkuat Diplomasi Bahasa dan Sastra Indonesia–Prancis

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung pelaksanaan Program Residensi Rimbaud di Semarang sebagai bagian dari penguatan diplomasi bahasa dan sastra antara Indonesia dan Prancis.

Dukungan itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat menyambut penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert di Semarang.

Program Residensi Rimbaud digagas Kedutaan Besar Prancis dan Institut français d’Indonésie (IFI) bersama Pemerintah Kota Semarang. Program ini menjadi ruang pertemuan antara penulis, masyarakat, akademisi, dan komunitas sastra, sekaligus membuka peluang lahirnya karya yang merekam pengalaman Indonesia dari perspektif internasional.

Baca juga  Mendikdasmen Imbau Masyarakat Tetap Verifikasi Informasi di Tengah Gempuran AI

“Kemendikdasmen secara terbuka mendukung Louis-Philippe Dalembert dalam menghasilkan karya sastra selama berada di Semarang. Melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, kami akan membantu memberikan informasi serta fasilitasi yang berkaitan dengan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan literasi,” ujar Hafidz Selasa (15/9).

Residensi Rimbaud merupakan program residensi sastra bilateral yang mengambil nama penyair Prancis Arthur Rimbaud. Semarang memiliki keterkaitan historis dengan Rimbaud karena penyair tersebut pernah tiba di Semarang pada 1876 dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Salatiga.

Louis-Philippe Dalembert, novelis dan penyair kelahiran Haiti yang kini bermukim di Paris, menjadi penulis pertama dalam program tersebut. Selama tiga bulan, September hingga November 2026, ia akan menjalani proses kreatif di Semarang, termasuk berkarya di Lawang Sewu serta berinteraksi dengan penulis, mahasiswa, peneliti, dan komunitas melalui diskusi dan lokakarya.

Baca juga  Mendikdasmen Imbau Masyarakat Tetap Verifikasi Informasi di Tengah Gempuran AI

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, sebelumnya meluncurkan program ini di Jakarta pada 10 September 2026. Menurutnya, residensi ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia dan Prancis yang sejalan dengan Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan atau Borobudur Declaration yang disepakati saat kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025.

Ke depan, Kedubes Prancis dan IFI juga merencanakan pengembangan program residensi serupa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk residensi yang berfokus pada penulisan dan penerjemahan.

Melalui dukungan terhadap Residensi Rimbaud, Kemendikdasmen menempatkan bahasa dan sastra sebagai bagian penting diplomasi pendidikan dan kebudayaan untuk memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia. Bg

Baca juga  Mendikdasmen Imbau Masyarakat Tetap Verifikasi Informasi di Tengah Gempuran AI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *