Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong pelaku UMKM binaan untuk terus bertumbuh dan naik kelas hingga menjadi pengusaha besar.
Upaya tersebut diperkuat melalui Business Matching Program Inklusi Keuangan UMKM Binaan Muhammadiyah bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Selasa (22/9) di Aula Lantai 6 Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat.
Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah Toni Firmansyah mengatakan, pembinaan terhadap UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha dapat berkembang dari skala mikro menuju menengah hingga menjadi usaha besar.
“Salah satu tujuan kita di LP UMKM adalah bagaimana kita bisa mencetak UMKM-UMKM yang bisa naik kelas menjadi pengusaha besar yang lahir dari LP UMKM PP Muhammadiyah,” ujar Toni.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk melahirkan pengusaha-pengusaha yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai Islam. Pengusaha yang tumbuh dari lingkungan Muhammadiyah diharapkan mampu meneladani Rasulullah dalam menjalankan usaha dengan jujur dan amanah serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Toni menyadari bahwa proses tersebut membutuhkan waktu panjang. Karena itu, berbagai program pembinaan yang dilakukan saat ini dipandang sebagai fondasi untuk membentuk ekosistem pengusaha Muhammadiyah pada masa mendatang.
“Fondasi yang kita bentuk hari ini akan berbuah nanti lima atau sepuluh tahun ke depan. Kita meyakini bahwa dengan visi LP UMKM ini nanti akan lahir pengusaha-pengusaha besar, pengusaha besar yang seperti dicontohkan Rasulullah, yang jujur, amanah, dan bermanfaat untuk orang banyak,” ungkapnya.
Selain akses terhadap pembiayaan, Toni menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Menurutnya, dukungan finansial perlu diikuti dengan peningkatan keterampilan, kompetensi, dan kepemimpinan agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.
LP UMKM PP Muhammadiyah yang dibentuk pada 2022 terus mengembangkan berbagai program pembinaan dan memperluas kolaborasi dengan sejumlah pihak. Forum business matching tersebut menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan sekaligus membuka peluang kolaborasi antarpengusaha.
Dalam forum tersebut, BSI menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Muhammadiyah dalam pengembangan UMKM. Dukungan tersebut mencakup akses layanan keuangan, pembiayaan, serta pendampingan bagi pelaku usaha.
Kolaborasi LP UMKM PP Muhammadiyah dan BSI juga diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. Salah satu yang menjadi perhatian ialah akses pembiayaan bagi warga Muhammadiyah di Papua, termasuk Kota Sorong.
Melalui penguatan pembinaan, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, dan kolaborasi tersebut, LP UMKM PP Muhammadiyah berharap semakin banyak pelaku usaha Muhammadiyah yang mampu naik kelas dan turut memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan. (Ym)






