Bentuk Karakter Siswa, MUI Surabaya: Selalu Hadirkan Allah dalam Aktivitas

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya berpesan kepada siswa SMA/SMK negeri dan swasta agar senantiasa menghadirkan Allah SWT dalam segala aktivitas.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Umum MUI Surabaya Dr. KH. Moh. Imron Rosyadi, M.H.I. saat memberikan bekal kepada peserta Emotional Spiritual Achievement (ESA) 1 dalam membentuk karakter Islami di Aula Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).

Imron mengingatkan pentingnya tujuan hidup yang terarah agar perilaku terkontrol.

“Tujuan hidup harus tegak lurus sesuai tujuan Allah menciptakan kita, yaitu menghamba. Sehingga seluruh aktivitas kita harus memanifestasikan penghambaan kepada Allah. Jadikan Allah sebagai satu-satunya inspirasi,” tegasnya.

Baca juga  Desak Rektor Mundur, Kampus UINSA Disegel Mahasiswa

Menurutnya, seperti guru memiliki bentuk penghambaan dengan mengajar dan membentuk karakter peserta didik sesuai syariat Islam. Lebih itu, kesalehan individu dan sosial harus hadir bersamaan agar manusia selalu merasa bersama Allah.

Ia menyebut peserta ESA dinilai berhasil jika mampu mengamalkan ilmunya dan selalu merasakan kehadiran Allah dalam setiap perbuatan dengan menjadikan syariat sebagai filter.

“Problem remaja adalah arus informasi yang tak terbendung seperti informasi maksiat di HP. Kita seringkali membuat dosa dalam kamar dan kadang tidak ada yang tahu. Pesannya yakni selalu berbuat baik. Kemudian selalu menimbang apa yang mau dilakukan. Kalau tidak ada manfaatnya, maka langsung ditinggalkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Al Kahfi Cabang Surabaya Endang Sukmayanto menjelaskan pelatihan ESA merupakan ikhtiar yayasan dalam menjawab persoalan moral remaja dan membentuk karakter tangguh yang Islami.

Baca juga  40 Imam Besar Dunia Berkumpul di Istiqlal Doa Bersama Perdamaian Dunia

“Harapannya pelajar jadi tangguh sehingga mereka punya impian dan bisa mewujudkannya. Mereka tahu apa cita-citanya dan bagaimana cara meraihnya. Ini juga untuk membentuk karakter agar bisa berpikir rasional dalam menjawab tantangan zaman yang akan datang,” kata Endang.

ESA 1 diikuti 61 pelajar dari SMAN 21, SMKN 2, SMKN 4, SMKN 7, SMKN 8, SMKN 10, dan SMK Pawiyatan Surabaya, serta 5 guru pendamping. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *