MUI Berharap Kapolri Suyudi Berani Berantas Tambang Ilegal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian yang membekingi aktivitas tambang ilegal di berbagai daerah.

Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, meminta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk mengambil tindakan tegas dan tanpa kompromi terhadap oknum-oknum yang mencederai integritas institusi kepolisian demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Buya Anwar Abbas menegaskan bahwa peran kepolisian sangat penting dan strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Oleh sebab itu, lanjutnya, keberadaan oknum yang terlibat dalam bisnis kelam seperti pertambangan tanpa izin, kegiatan terlarang, hingga tempat hiburan yang merusak moral bangsa harus segera dibersihkan dari tubuh Polri.

Baca juga  Menag Perkuat Peran Imam Sebagai Duta Perdamaian Dunia

​”Di antara hal-hal yang perlu dibenahi oleh Kapolri yang baru, adanya oknum kepolisian yang membekingi tambang-tambang ilegal dan kegiatan-kegiatan terlarang serta tempat-tempat hiburan yang merusak moral dan akhlak bangsa,” ujar Buya Anwar Abbas, Jumat (2/10/2026).

menilai bahwa praktik pembiaran dan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tidak hanya merugikan negara secara finansial dan merusak lingkungan, tetapi juga meruntuhkan wibawa penegak hukum di mata publik. Ketika oknum polisi justru berada di

belakang operasi ilegal, masyarakat kehilangan tempat berlindung dan kepercayaan terhadap penegakan hukum akan tergerus habis.

Selain masalah beking tambang ilegal, Buya Anwar Abbas juga menyinggung ketimpangan penegakan hukum yang sering terjadi di lapangan, khususnya ketika terjadi konflik agrarian atau sengketa lahan antara warga dengan perusahaan besar.

Baca juga  Bentuk Karakter Siswa, MUI Surabaya: Selalu Hadirkan Allah dalam Aktivitas

Menurutnya, aparat kepolisian kerap kali dinilai tidak berdiri netral untuk membela hak-hak rakyat kecil.

​”Bila terjadi konflik lahan antara petani atau warga masyarakat dengan perusahaan sawit atau tambang, atau antara buruh dan pihak perusahaan, maka tidak jarang pihak kepolisian tampil bukan membela kepentingan dan hak-hak rakyat, tapi lebih membela kepentingan pengusaha besar,” kritiknya.

Ketua PP Muhamadiyah ini mengingatkan bahwa momentum kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto harus dijadikan sebagai titik balik untuk merubah budaya kerja di tubuh kepolisian.

Buya Anwar Abbas berharap, seluruh capaian positif yang telah diraih Polri selama ini wajib dipertahankan, sedangkan perilaku oknum yang merusak citra institusi harus ditindak secara radikal dan transparan.

Baca juga  Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Kapolri Minta Doa dan Bimbingan Ulama untuk Personel Polri

​”Kita berharap mudah-mudahan dengan adanya Kapolri yang baru, masalah-masalah yang banyak dikeluhkan masyarakat selama ini dapat ditanggulangi dengan baik, lebih humanis, dan lebih berkeadilan sehingga pihak kepolisian kita harapkan dapat benar-benar dipercaya dan dicintai oleh seluruh rakyat negeri ini,” kata Buya Anwar Abbas. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *