Pemkot Surabaya Sebar ASN Berkantor di Balai RW

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mulai berkantor di Balai RW pada Kamis (1/10). Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat penyelesaian, berbagai permasalahan warga langsung dari tingkat lingkungan terdekat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa penempatan personel disesuaikan, dengan jumlah Balai RW yang ada di Kota Pahlawan. Petugas yang diterjunkan merupakan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) gabungan dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Perangkat Daerah (PD) pengampu, di wilayah tersebut.

“Semua PNS mulai dari staf sampai Ketua Tim Kerja (Katimja), atau Kepala Seksi (Kasi) yang ditugaskan sudah hadir di Balai RW, kecuali yang kebetulan sedang sakit, cuti, atau menjalankan dinas luar,” ujar Lilik saat dikonfirmasi, Jumat (2/10).

Ia menegaskan, tujuan utama dari program ini adalah mendekatkan pelayanan publik ke tengah-tengah masyarakat. Pemkot Surabaya tidak hanya ingin menghadirkan fisik petugas di lapangan, tetapi juga memastikan setiap persoalan administrasi, maupun pelayanan warga dapat tuntas di tingkat RW.

Mengenai jam kerja, tidak ada penyesuaian khusus. ASN yang bertugas di Balai RW tetap melayani warga, sesuai jam operasional instansi pemerintah, yakni pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Baca juga  PAUD Surabaya Sulap Sampah Jadi Karya hingga Alat Pembelajaran

Supaya pelayanan berjalan optimal, Pemkot Surabaya memberikan arahan tegas, kepada seluruh ASN untuk memahami Standard Operating Procedure (SOP), serta alur pelayanan dengan baik. Lilik mengimbau, para ASN agar segera berkoordinasi langsung dengan atasan, atau menghubungi helpdesk dan call center dinas terkait, apabila menemukan kendala yang rumit.

“Kepada seluruh ASN Pemkot Surabaya, yang mulai bertugas di Balai RW hari ini dan seterusnya, saya minta untuk menjalankan amanah dan program ini, dengan penuh tanggung jawab serta komitmen tinggi,” tegas Lilik.

Pada pelaksanaan hari pertama, jajaran pimpinan Pemkot Surabaya termasuk Asisten, Staf Ahli, Kepala PD, Camat, hingga Lurah turun langsung ke lapangan, untuk melakukan pemantauan dan evaluasi (monev).

“Berdasarkan pantauan awal kami, antusiasme warga untuk memanfaatkan layanan, di Balai RW tergolong cukup tinggi,” terang Lilik.

Kendati demikian, Pemkot Surabaya menyadari masih dibutuhkannya, penguatan sosialisasi secara masif agar seluruh warga Surabaya, mengetahui keberadaan dan jenis layanan ASN di Balai RW.

Baca juga  Pemkot Surabaya Lindungi Anak Diajak Ngamen dan Berdayakan Ibunya

Ia menambahkan, monitoring akan dilakukan secara berkala, mulai dari evaluasi mingguan pada tahap awal, hingga evaluasi rutin bulanan.

“Kami juga melakukan rekapitulasi permasalahan di lapangan, melalui Badan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra), sebagai bahan perbaikan sistem layanan, koordinasi, serta sinergi lintas PD ke depannya,” tandasnya.

Hari pertama ASN berkantor di Balai RW mendapatkan sambutan hangat, dari pengurus wilayah maupun warga setempat. Sekretaris RW 12 Kelurahan Kaliasin, Kecamatan Genteng, Budi Siswanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran petugas ASN, di balai RW mereka.

Menurutnya, keberadaan ASN sangat membantu warga, karena tak perlu lagi datang ke kantor kelurahan untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan (adminduk).

“Sangat terbantu sekali. Warga tidak perlu jauh-jauh lagi ke kelurahan. Kalau ada keperluan mendesak terkait adminduk, maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD), prosesnya jadi cepat dan langsung terlayani di lingkungan sendiri,” ujar Budi saat ditemui di Balai RW 12 Kaliasin.

Ia mengungkapkan, kehadiran ASN di Balai RW 12 tidak hanya untuk mengurus adminduk, tetapi juga menjadi wadah diskusi dan koordinasi, bagi berbagai permasalahan sosial di lingkungan warga.

Baca juga  JConnect Run Soerabaja 2026 Diikuti 3.700 Pelari

Di antaranya pembahasan penanggulangan bencana, kegiatan posyandu, pencegahan dan penanganan stunting, kendala pendidikan sekolah, hingga pengembangan program Karang Taruna.

“Bahkan masalah fisik lingkungan seperti perbaikan saluran air, juga bisa langsung didiskusikan dengan ASN di sini. Jadi fungsinya lengkap, bukan sekadar urusan surat-menyurat,” tambah Budi.

Sejak pagi hingga sore hari, antusiasme masyarakat Balai RW 12 Kaliasin tergolong tinggi. Budi mencatat puluhan warga datang secara bergantian, memanfaatkan berbagai jenis layanan dengan permasalahan yang beraneka ragam.

Melihat besarnya manfaat program ini, Budi berharap kehadiran ASN Pemkot Surabaya di Balai RW, dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan. Sebab, ASN yang bertugas bertindak sebagai jembatan efektif, antara kebijakan Pemkot Surabaya dan kebutuhan nyata masyarakat.

“Harapan kami program ini ada terus dan konsisten. Masalah di setiap lingkungan RW itu kan beda-beda dan beranekaragam. Kehadiran ASN di balai RW ini benar-benar menjadi jembatan, yang mempercepat penanganan masalah warga langsung di akarnya,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *