Wali Kota Surabaya Minta Anggaran Dioptimalkan untuk Pemeliharaan Fasilitas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta anggaran Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) dan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS), dioptimalkan untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur SD Negeri dan SMP Negeri, di Kota Pahlawan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMPN 47 Surabaya. Dalam sidak itu, ia menyoroti kondisi sejumlah fasilitas sekolah, terutama kamar mandi yang tidak dapat digunakan.

“Saya mengecek SMPN 47. Saya berkeliling mengecek ruang kelas, kamar mandi, sampai kembali menegaskan persoalan aturan seragam sekolah, untuk tahun depan. Fasilitas SD-SMP Negeri harus ditingkatkan lagi, agar anak-anak Surabaya nyaman belajar,” ujar Wali Kota Eri, Jumat (2/10).

Menurut dia, kamar mandi merupakan salah satu fasilitas dasar, yang harus dipastikan berfungsi dengan baik, karena digunakan langsung oleh para siswa. Sebab, pada sidak kali ini ia menemukan dua kamar mandi, dalam kondisi terkunci karena tidak dapat digunakan.

Baca juga  RPH Surabaya Pastikan Daging ASUH, Masyarakat Bisa Beli di Pasar

“Kamar mandi ini adalah hal yang paling penting. Ada dua kamar mandi yang dikunci, digembok, karena tidak bisa digunakan. Ini tidak tepat, sekolah negeri kok kondisinya seperti ini,” katanya.

Karena itu, Wali Kota Eri meminta pembenahan fasilitas sanitasi, menjadi bagian dari prioritas penggunaan anggaran tahun berjalan maupun 2027. Ia juga menginginkan standar fasilitas kamar mandi, di SD-SMP Negeri Surabaya ditingkatkan secara signifikan.

“Cek semua anggaran sekolah BOPDA dan BOSNAS. Masa sekolah seperti ini, kamar mandi rusak semua. Ada yang airnya menggenang, airnya tidak keluar. Anggaran tahun ini atau 2027, semua kamar mandi sekolah SD-SMP Negeri (harus bersih) seperti kamar mandi mal,” tegasnya.

Selain pemeliharaan fisik, Wali Kota Eri membuka peluang pemanfaatan anggaran operasional, untuk mendukung petugas yang secara khusus menjaga kebersihan kamar mandi sekolah. Menurutnya, fasilitas yang telah dibenahi harus diikuti, dengan perawatan rutin agar tetap layak digunakan.

Baca juga  Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga dan P3RT, Pemkot Surabaya Siapkan Perwali

“Nanti di situ (kamar mandi) diberikan penjaga. Kalau yang perempuan ya perempuan, yang laki-laki ya laki-laki. Jadi setelah anak-anak keluar, langsung dibersihkan,” katanya.

Dalam sidak tersebut, Wali Kota Eri juga meminta seluruh SD-SMP Negeri, memastikan tidak ada barang bekas yang menumpuk di lingkungan sekolah. Ia memberikan waktu hingga akhir pekan dan akan kembali melakukan pengecekan ke sekolah. “Saya minta semua SD Negeri dan SMP Negeri, tidak ada barang-barang (bekas) yang menumpuk di sekolah. Saya akan turun (cek) lagi,” tegasnya.

Selain persoalan infrastruktur, Wali Kota Eri kembali mengingatkan terkait perlengkapan sekolah. Ia meminta harga topi, dasi, kaos kaki, sabuk, hingga perlengkapan lainnya, tidak membebani orang tua siswa. “Saya sudah memberikan tenggat waktu kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, untuk menyebarkan edaran kepada kepala sekolah, terutama terkait seragam. Tahun depan, aturan tersebut wajib ditaati seluruh SD-SMP Negeri,” tegas dia.

Baca juga  Hari Kesaktian, Surabaya Jadikan Kampung Ruang Praktik Pancasila

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Wali Kota Eri meminta masyarakat, melaporkan apabila masih menemukan persoalan harga seragam sekolah, yang dinilai tidak wajar. Ia menegaskan akan memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar. “Sampai masih ada laporan, saya pastikan kepala sekolahnya saya ganti, Kepala Dinas Pendidikan saya beri sanksi,” tegas dia.

Ia berharap pembenahan dan perawatan tersebut dapat memastikan seluruh SD-SMP Negeri, di Surabaya memiliki fasilitas yang bersih, layak, dan nyaman sehingga mendukung proses belajar siswa.

“Semoga minggu depan semua sekolah sudah bersih, tidak ada tumpukan-tumpukan barang. Kemudian tidak ada lagi batik yang bermacam-macam, tidak ada lagi laporan kepada saya mengenai harga topi, dasi, kaos kaki, dan sabuk yang mahal,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *