Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Al Barra Lc mengajak seluruh pengurus PKK se-Kabupaten Mojokerto untuk tetap berkarya peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan di tengah pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Ning Hana, sapaan akrab Ketua PKK dalam pengukuhan Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Mojokerto periode 2021-2026 oleh Bupati Mojokerto, Rabu (5/10) di Pendopo Kabupaten Mojokerto.
Dijelaskan Ning Hana dalam sambutannya, PKK harus tetap bekerja sesuai dengan visi dan misi dari PKK Kabupaten Mojokerto. Selain itu PKK harus tetap hadir dan memberikan kontribusi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Meskipun anggaran PKK minim, namun pengurus PKK harus tetap selalu melangkah dengan memberikan kontribusi ditengah tengah masyarakat luas,” ujar istri Wakil Bupati Mojokerto tersebut.
Di tengah pandemi ini, lanjut Ning Hana, kegiatan PKK tidak harus digelar tatap muka. Akan tetapi ada hal-hal yang perlu diprioritaskan untuk pencapaian tujuan tertentu, yaitu peduli dan membantu sesama.
Dalam kegiatan pengukuhan tim PKK yang disambung dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Ning Hana menekankan agar sebagai anggota PKK harus dapat mencontoh dari berbagai pengamalan Nabi Muhammad SAW yang diutus oleh Allah SWT. Salah satunya tentang jiwa kepedulian dan berbuat baik kepada sesama.
“Untuk itu, di tengah pandemi ini, PKK harus dapat berkarya memberikan kontribusi besar kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Ning Hana.
Dalam kegiatan tersebut, Ning Hana juga memberikan apresiasi dan menyerahan piala kepada pemenang lomba pelaksana terbaik 10 program pokok PKK Tahun 2021.
“10 program pokok PKK saat pandemi ini diharapkan menjadi titik tolak bagi pengurus PKK Kabupaten Mojokerto yang baru dikukuhkan bupati, untuk dapat berkarya dan bekerja secara nyata, turun ke tengah masyarakat untuk terlibat langsung dalam meringankan beban warga terdampak, kita juga selalu menghimbau kepada para anggota PKK dan masyarakat luas untuk selalu taati protokol kesehatan,” papar Ning Hana.
Ning Hana berharap, ke depan kegiatan TP PKK tidak lagi bersifat seremonial. Tetapi harus berupa kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Misalnya dengan gerakan pemberdayaan keluarga, artinya keluarga sebagai unit terkecil masyarakat akan mendapat pemberdayaan yang fokus pada potensi pada kebutuhannya secara langsung, nantinya ini dapat menukarkan kemampuan pada lingkungan sekitar dan memberi manfaat bagi banyak pihak,” pungkas Ning Hana. Ym






