CJH Kabupaten Mojokerto Antusias Ikuti Manasik Haji, Dihadiri Kakanwil Kemenag Jawa Timur

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto menggelar Manasik Haji di gedung IPHI, jl Raya Jabon Mojoanyar, Mojokerto, Rabu (10/5/2023) pagi. Manasik Haji tersebut diikuti dengan antusias oleh lebih dari 90 persen Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto yang berjumlah 1.387 jemaah. Hadir dalam manasik tersebut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur, Husnul Maram. Turut hadir juga wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, dan Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin.

Dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, M Zainut Tamam, manasik Haji di tingkat kabupaten digelar dua hari. Sedangkan di tingkat kecamatan dilaksanakan sebanyak 6 kali, termasuk praktik manasik Haji.

“Kalau manasik di tingkat kecamatan insya Allah dimulai pada tanggal 17 Mei 2023. Manasik di tingkat kecamatan ini ada 6 kali pertemuan, termasuk termasuk praktek manasik kita laksanakan di kecamatan. Karena kalau di kecamatan itu pesertanya tidak terlalu banyak. Jadi sangat memungkinkan untuk dilaksanakan manasik Haji.
Di kecamatan pesertanya antara 45-90 jemaah,” ujarnya kepada majalahnurani.com, Rabu (10/5/2023).

Baca juga  Umrah Sebulan 36 jutaan, Hanya di Pameran Haji Umrah Majalahnurani.com 21-25 Oktober di Royal Plaza
Manasik Haji Kemenag Kabupaten Mojokerto yang dihadiri Kakanwil Kemenag Jawa Timur

Ditambahkan Zainut Tamam, materi manasik haji selama dua hari antara lain tentang kebijakan dalam negeri, serta materi alur perjalanan mulai rumah, embarkasi, Makkah, sampai Armuzna (Arofah, Muzdalifah, Mina) sampai nanti kembali ke embarkasi. Ada juga materi pelayanan kepada jemaah lanjut usia (lansia) ini khusus untuk lansia dan orang muda tentang bagaimana memperlakukan jemaah yang lansia .

“Kebetulan pemateri (manasik Haji) langsung dari bapak Kakanwil Kemenag Jatim, beliau sangat bagus sekali kepada jemaah, jemaah antusias mendengarkan paparan dari Kakanwil,” imbuhnya.

Masih kata Zainut Tamam, CJH Kabupaten Mojokerto yang tergolong resiko tinggi (Risti) tergolong cukup banyak. Berdasarkan data di siskohat untuk lansia ada 29 persen.

“Makanya saya kemarin koordinasi dengan dinas kesehatan. Saya titip pesan kepada jemaah, kita posisi kloter terakhir maka jemaah harus mempersiapkan, banyak istirahat sebelum berangkat,” jelas Zainut Tamam.

Oleh karena itu Zainut Tamam berpesan kepada CJH jika hendak menggelar syukuran Haji maka sebaiknya disegerakan. Tidak digelar dalam waktu yang mepet dengan tanggal keberangkatan. Tujuannya ketika berangkat maka jemaah lebih enjoy, tidak kecapekan tidur sampai malam, tidak terlalu banyak mikir dan tiba di asrama haji sudah fresh.

Baca juga  Antrean Haji jadi 14 Tahun, DPR RI Minta Penjelasan Resmi Kemenhaj

“Harapannya, nanti jemaah sampai Mekkah kurang lebih satu minggu (tinggal) di Mekkah, setelah itu jemaah langsung wukuf di Arofah. Jadi kesehatan segera dijaga,” Harapnya.

Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Husnul Maram (dua dari kiri) saat diwawancarai

Menurut Zainut Tamam, Kabupaten Mojokerto termasuk kloter gelombang kedua urutan terakhir dan termasuk kloter penyangga sehingga sewaktu-waktu bila ada kloter yang kosong, maka CJH Kabupaten Mojokerto harus siap.

“Kalau menurut undian kemarin Kabupaten Mojokerto temasuk pemberangkatan gelombang kedua urutan terakhir, perkiraan antara kloter 80 sampai 84. CJH tertua usia 98 tahun atas nama Zainab dari kecamatan Mojosari, sedangkan termuda usia 18 tahun,” pungkasnya.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Husnul Maram dalam paparan manasik Haji mengingatkan kepada CKH bahwa pada musim Haji tahun ini suhu di Arab Saudi tergolong tinggi. Oleh karena itu ia meminta kepada CJH untuk mempersiapkan kesehatan sejak dari tanah air.

“Di sana suhunya tinggi 42-50 derajat celcius maka persiapkan kesehatan lahir batin. (disiplin) makan dan minum, terutama memperbanyak minum air putih,” Ujarnya.

Baca juga  Komnas Haji Minta Kemenhaj Jelaskan Lompatan Antrean Haji Lebih Cepat jadi 14 Tahun

Dijelaskannya, Kementerian Agama di provinsi Jawa Timur semangat melayani CJH. Mulai melayani bio visa jemaah haji, pelunasan Haji yang semakin hari semakin meningkat meskipun belum 100 persen.

“Pelunasan Haji sekitar 81 persen. Terakhir pelunasan sampai tanggal 12 Mei 2023.
Persiapan sarana prasarana asrama haji semuanya sudah ready. Tanggal 23 Mei 2023 jemaah haji kita masuk pertama ke asrama haji (kloter pertama), tanggal 24 Mei terbang pertama ke Arab Saudi. Tanggal 22 juni penberangkatan kloter terakhir,” jelasnya.

Lebih lanjut Husnul Maram mengatakan bahwa tahun ini jumlah jemaah haji lansia di Jawa Timur berjumlah 10.042 jemaah. Usia tertua 118 tahun. Pihaknya sudah mempersiapkan petugas haji yang khusus untuk mendampingi jemaah lansia. Sedangkan untuk kuota Haji tambahan, Jawa Timur mendapatkan 5 persen dari kuota yang berangkat.

“Kuota tambahan Haji untuk Jawa Timur ada 5 persen dari total jemaah haji Jawa Timur (yang berangkat tahun ini) yang totalnya 35.152 jemaah. Didistribusikan ke kabupaten/kota dengan keadilan,” pungkas Husnul Maram. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *