SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menggelar ujian praktik manasik haji pada Sabtu (17/2) di Asrama Haji Sukolilo.
Kegiatan tahunan yang diikuti siswa kelas XII ini bertujuan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan manasik haji umroh sesuai tuntunan Rasulullah. Ada 334 siswa yang mengikuti manasik haji, dengan rincian 161 siswa, 173 siswi.
Diketahui bahwa ujian praktik manasik haji ini merupakan ujian praktik pertama sebagai pembuka dari ujian praktik lainnya. Ada 12 mata ujian praktik yang diujikan termasuk manasik haji. Yaitu ujian praktik Al Islam kemuhammadiyahan, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Sastra Inggris, Kimia, Fisika, Biologi, PJOK, Seni dan Pendidikan Kewirausahaan.

Ada yang menarik pada ujian praktik manasik haji kali ini. Karena juga diikuti 7 siswa asing Rotary Youth Exchange. Mereka antusias ingin mengetahui bagaimana proses ‘berhaji’ sebelum haji. Dua diantara ke sepuluh siswa adalah Emelie Knaack dari German dan Luka Joonatan Hannula dari Finlandia yang merupakan siswa smamda program Rotary Youth Exchange.
Sedangkan 5 siswa menimba ilmu di sekolah lain. Mereka adalah Ofelia Elena Tufo dan Gavin Blake Schumacher dari USA, Boet Muireall Mostret dari Belanda, Emeline Fany Benedicte Marie Cornelis dari Belgia Cyriaque Rene Marcaud Philippe dari Perancis.
Kepala Smamda Ustaz Astajab MM sangat menyambut gembira ketika siswa exchange belajar keIslaman di Smamda. Terutama proses berhaji ini.
“Siswa inbound baik yang dari Smamda maupun dari sekolah lain bisa belajar keislaman di smamda,” terang Astajab.
“Selain belajar bahasa dan budaya, bisa menambah wawasan mereka tentang keislaman,” imbuhnya lagi.
Smamda memang bisa dijadikan jujugan tidak hanya dalam hal bahasa dan budaya tentunya juga tentang keislaman. Siswa siswi student exchange dari Australia juga pernah belajar perawatan jenazah karena waktu itu bertepatan sekali dengan kunjungan mereka ke Smamda.
Kemungkinan besar siswa asing program RYE ini juga akan bertambah wawasannya terkait perawatan jenazah secara Islam di bulan Ramadan.
Luka Joonatan Hannula dari Finlandia mengaku sangat menikmati saat menyaksikan manasik haji. “Saya ingin selalu belajar budaya, sejarah latar belakangnya,” tuturnya.
Kegiatan ini menurutnya sangat keren. Luka merasa mendapat sambutan hangat dalam mempelajarinya manasik haji.
“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Saya benar-benar diajak memahami, belajar dengan sangat baik sehingga saya merasa menjadi bagian dari kebudayaan ini. Saya juga senang mempelajari agama,” pungkasnya. (Erbe/Bagus)






