Ponpes Jabal Noer Tawarkan Produk Sabun Cuci Piring Bersertifikat OPOP di IEF 2024

Pondok Pesantren Jabal Noer memproduksi sabun cuci piring yang merupakan hasil karya dari Santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas Sains.

Produk tersebut turut dipamerkan dalam keikutsertaan Ponpes Jabal Noer dalam Pameran Sekolah Islam Terbaik, Idlamic Education Fair (IEF) majalahnurani.com di Royal Plaza, 21-25 Februari 2024.

Usaha ini sudah berjalan sejak setahun yang lalu. Sabun ini dibuat dari berbagai bahan seperti jeruk nipis, extra bunga, extra mentimun, sulgate dan Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA).

“Jadi ini produk sabun cuci piring “Janur (nama produk)” itu kita produksi ketika kita dapat bimbingan teknis One Pesantren One Product (OPOP) atau atu pesantren menghasilkan satu produk. Nah ini telah berjalan sejak setahunan lalu,” ungkap Ma’rufa, Ustadzah MA Jabal Noer Ahad (25/2/2024).

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

Keunggulan yang ditawarkan dari produk ini adalah lebih banyak busanya. Sehingga pemakaian sedikit sudah menghasilkan busa yang banyak, selain itu dapat menghemat pemakaian sabun yang ada. Harganya juga sangat ekonomis, yakni mulai dari Rp 10.000 dengan kapasitas isi 250 ml.

Untuk produksinya sendiri, masih menyesuaikan dengan pesanan ataupun event-event tertentu. Sebab pemasarannya sendiri masih di lingkup Pondok seperti wali santri, masyarakat sekitar dan juga kantin.

“Sementara ini pemasaran masih ke wali santri, masyarakat sekitar dan kantin. Atau ada event-event pameran seperti ini, juga kita pajang kemarin ada 10 lebih sekarang tinggal 1,” terangnya.

Produk ini dipilih sebagai bidang usaha karena akan dibutuhkan dalam jangka waktu yang berkelanjutan. Sabun cuci piring ini pastinya dibutuhkan setiap ibu rumah tangga, selain itu juga memudahkan pekerjaan rumah dalam membersihkan perabotan dapur yang kotor. (Magang1)

Baca juga  16.672 Peserta Ikuti UTBK 2026 di Unair, Fokus Disabilitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *